Berita

Dua Rumah Terbakar di Tapteng: Petugas PLN Dinilai Lamban Tanggapi Keluhan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dua unit rumah terbakar di Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Senin (11/12) lalu pukul 04.30 WIB. Pemicu kebakaran diduga akibat arus pendek listrik.

Dua unit rumah yang terbakar adalah milik Risma boru Aritonang (44) dan Julinda Boru Tobing (45).

Menurut Risma yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran pertama kali diketahuinya saat ia curiga dengan suara percikan api di atas asbes rumahnya. “Ada suara seperti percikan api di bagian atas asbes pada ruang belakang dekat dapur. Saya langsung terbangun untuk melihat, ternyata api sudah menyala,” katanya.

Kaget dengan api yang dilihatnya, Risma pun langsung keluar dan menjerit meminta pertolongan. Tak lama kemudian, api sudah merambat ke bagian rumah lain yang mudah terbakar, serta mengenai tabung gas dan dua sepedamotor. Setelah itu terdengar suara ledakan dan api semakin membesar sehingga mengenai rumah Julinda Boru Tobing yang berada di sebelahnya.

“Saya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya berteriak minta tolong sajalah. Saya berlaridan menjerit sekuat-kuatnya untuk membangunkan warga. Tolong… Tolong… Tanpa saya sadari sekujur badan ini pun basah dari ujung rambut hingga ujung kaki,” ungkapnya.

Di menjelaskan bahwa tak ada barang yang bisa diselamatkan akibat peristiwa itu. “Yang bisa kami selamatkan hanya baju di badan. Semua habis terbakar menjadi debu.”

Dengan air mata mengalir di pipi dan didampingi keluarga dan warga sekitar, Risma mengungkapkan bahwa sebelum terjadi musibah itu, ia sudah pernah menyampaikan keluhan kepada pihak PLN tentang aliran listriknya yang bermasalah. Namun keluhan itu tidak pernah ditanggapi.

“Ito, suda dua minggu saya menyampaikan keluh kesah saya kepada petugas PLN Cabang Kota Sibolga yang berpos di belakang Gereja HKBP Bonan Dolok. Saya langsung minta tolong kepada petugas PLN berinisial RH dan JH agar melihat listrik di rumah. Tapi mereka sepertinya tidak pernah serius menanggapi,” ujarnya kesal.

Kondisi rumah pasca terbakar.

“Perna memang mereka datang tapi tidak itu yang diperbaiki. Selama ini sering ada percikan api dari kabel di atas itu. Namun mereka hanya mengganti kabel yang putus. Karna saya kurang memahami, saya mempertanyakan apa tidak timbul lagi masalah di belakang hari sambil meminta tolong agar mereka lebih teliti lagi memperbaiki,” aku Risma.

Namun saat itu, salah seorang petugas PLN tersebut mengatakan bahwa tidak akan ada masalah lagi pada jaringan listrik di rumah korban. “Tidak terbakar itu lagi,” ujar Risma menirukan perkataan petugas PLN.

Namun sepulangnya petugas PLN itu, Risma kembali mendengar suara seperti kabel korslet. Keesokan harinya, Risma juga kembali meminta tolong kepada petugas PLN untuk datang dan melihat lagi kabel listriknya. “Ito tolang lihatkan kabel Listrik yang di atas asesbes rumah saya, sepertinya terdengar suara percikan api. Begitulah kubilang, seperti pengemis kali aku dabah ito,” ucapnya kesal.

Namun petugas PLN itu terkesan hanya mengulur-ulur waktu. “Besoklah itu. Besoklah itu. Tidak sempat kami, sibuk sekali kami hari ini.”

Risma mengaku tak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi atas peristiwa itu. “Pak Bupati… Tolong kami pak. Ke mana lagi kami harus tinggal. Habis semua rumah kami, menjadi korban dari kelalaian petugas PLN. Hanya sehelai baju di badan yang dapat kami selamatkan. Tolong Pak Bupati,” ujarnya setengah berteriak.

Hal senada juga di sampaikan keluarga Julinda boru Tobing. Ia mengungkapkan, seandainya petugas PLN tidak menganggap sepele keluhan Risma, kemungkinan kebakaran tidak akan terjadi. “Selama dua minggu permintaan tolong itu disampaikan. Tapi petugas PLN tidak menanggapi serius,” kata Julinda.

“Saya berharap peristiwa ini dapat menjadi tanggung jawab PLN atas kerugian yang dialami,” tukasnya.
Kepala Desa Simaninggir, Parasian Tarihoran yang mewakili Camat Sitahuis Darma P Lumbantobing saat dikonfrimasi, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, kejadian bermula dari kabel listrik yang selama dua minggu belakangan kerap dikeluhkan korban. Namun keluhan tidak ditanggapi dengan baik. Sehingga terjadi kebakaran sekira pukul 04.30 WIB.

Api berhasil dipadamkan sekira pukul 06.30 WIB atas bantuan dari petugas pemadam kebakaran Kota Sibolga, petugas Damkar Tapteng, bersama masyarakat dan Polres Tapteng.

Mirisnya, petugas kantor perwakilan PT PLN (Persero) yang berada di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah yang didatangi watawan koran ini untuk konfirmasi terkait kejadian, belum berhasil dihubungi. Di sana hanya terlihat satu unit sepedamotor yang terparkir. Namun saat dipanggil, tidak ada yang menyahut dari kantor itu.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat yang didampingi oleh Polsek Pandan Iptu Z Pohan melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan Kasubbag Humas Polres Tapteng Iptu R Sipahutar membenarkan kejadian tersebut. “Adapun kerugian mencapai Rp500 juta,” katanya. (tam/hez)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button