Berita

Dua Pengedar Sabu Ditangkap

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Masih ingat dengan seorang pria berinisial R yang diamankan polisi dari Jalan Murai Gang Ampera, Aek Manis, Sibolga Selatan, Sabtu (6/4) lalu? Saat penangkapan, petugas sempat mengeluarkan 2 kali tembakan peringatan.

Ternyata, dari hasil pemeriksaan petugas, pria berinisial R alias K alias KP tersebut mengaku memeroleh sabu dari seorang pria di daerah Panakkalan, Kecamatan Tapian Nauli Tapteng.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan, polisi mengamankan seorang pria berinisial HP (36) dari sebuah rumah di Desa Tapian Nauli I, Dusun II, Panakkalan. Dari tangan HP berhasil diperoleh barang bukti berupa sebuah alat hisap sabu atau bong yang terbuat dari gelas kaca dengan tutup botol berwarna biru, menempel pipa kaca bekas bakaran sabu. Kemudian, 1 unit timbangan digital ukuran kecil dan selembar kertas koran berisikan gumpalan daun dan biji ganja, yang setelah ditimbang beratnya 49,3 gram.

“Setelah RAA dapat diamankan pada Sabtu pukul 22.00 WIB dari Jalan Murai Gang Ampera, dilakukan interogasi serta pengembangan dengan membawa tersangka ke tempat temannya. Sekira pukul 23.00 WIB, diamankan seorang laki-laki dari rumahnya di Desa Tapian Nauli Dusun II Panakkalan Tapteng. Dari dalam kamar, kita temukan barang bukti bong, timbangan digital dan daun ganja. Dan dari hasil tes, urin tersangka positif mengandung amphetamine. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku berinisial HP dan berumur 36 tahun,” kata Sormin, Minggu (21/4).

Dari hasil pemeriksaan di Polres, kedua tersangka ternyata merupakan residivis. Dan mereka saling kenal saat menjalani hukuman di Lapas Tukka. “HP mengenal tersangka RAA saat sama-sama mendekam di Lapas Tukka. HP ini dihukum pada tahun 2016 selama 4 tahun dengan kasus yang sama. Dan saat ditangkap, status tersangka HP masih bebas bersyarat,” pungkasnya.

Kepada petugas, HP mengaku memeroleh barang haramnya tersebut dari seseorang yang namanya masih dirahasiakan oleh polisi. Dibeli seharga Rp500.000, dengan cara patungan, Sabtu (6/4). Sebagian sabu, telah dikonsumsi bersama dengan RAA. Sedangkan sebagian lagi, dikonsumsi HP seorang diri di dalam kamar rumahnya sebelum ditangkap polisi.

“Mereka belinya patungan, masing-masing Rp250 ribu. Sabu-sabu dibagi dua dan sebagian telah dikonsumsi dengan tersangka RAA. HP ditangkap setelah mengkonsumsi sabu di rumahnya,” terang Sormin.

Tersangka kini ditahan di Lapas Tukka. Sesuai perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat 1 Jounto pasal 132 dari Undang undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button