Berita

Dua Pelaku Pengeroyokan di Sibolga Ditangkap

FaseBerita.ID – Polisi menangkap pelaku penganiayaan terhadap Riswandi Pasaribu (22) warga Desa Tapian Nauli I Sibura-bura Tapteng yang terjadi, Rabu (5/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Riswandi dianiaya di Jalan Albertus, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, oleh WSS (18) warga Jalan Kakap arah laut Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas dan PAS (20) warga Jalan Kuda Laut arah laut Kelurahan Pasar Belakang, Sibolga Kota.

Menurut Polisi, kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda setelah dilaporkan oleh korban. “Kejadian pukul 01.00 WIB, korban datang melapor pukul 23.00 WIB. Yang pertama kita amankan adalah WSS, dari Jembatan Kuning Pasar Belakang. Kemudian PAS, kita amankan dari rumahnya di Jalan Kuda Laut,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Rabu (25/3).

Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau PAS yang mengajak WSS untuk menganiaya Riswan. Bermula saat PAS melihat Riswan di Jalan Albertus, lalu menghubungi WSS lewat telepon genggamnya dan mengajaknya menemui Riswan.

“Ketika WSS berada di rumah, di-chating oleh PAS, isinya, nampakku si Riswan di Fatima (jalan Albertus). Ayo kita kejarkan, sebelum dia pergi dan tidak kelihatan lagi. Selanjutnya, mereka ke jalan Albertus, namun tidak melihat Riswandi. Kemudian, mereka lewat sekali lagi dan melihat Riswandi, itu tengok dia sebelah kanan, pangkas baru dia, yang ada waria itu,” terang Sormin.

Saat itu, mereka tidak langsung menganiaya Riswandi. Mereka pergi ke Jembatan Kuning, memanggil teman-temannya yang lain.

“Mereka takut dikeroyok, tidak imbang, makanya mereka memanggil teman. Ayo ikut aku, tapi jangan ikut kau memukul. Sehingga mereka bertiga kembali ke Jalan Albertus. Kemudian, WSS meninju korban yang sedang duduk. Korban bangkit berdiri, PAS lalu meninju sebanyak 1 kali. Sedangkan WSS meninju lebih dari 10 kali dan diikuti laki-laki yang saat itu ada di Jalan Albertus Sibolga. Kemudian datang orang memisahkan. WSS mengatakan, ini yang mau mengeroyok aku di kampungnya. Kemudian mereka disuruh bubar. Korban pergi dengan mengenderai sepedamotornya,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga. Mereka dikenakan pasal 170 Jounto pasal 351 ayat 1 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan. (ts)

Melawan Virus Corona   Pascasarjana USI  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close