Berita

Dua Pelaku Pembobol Rumah di Parluasan Ditembak Polisi

Rp400 Juta Dibagi 4, Hasil Curian Beli Kreta dan Sabu

SIANTAR, FaseBerita.ID – Setelah berbulan-bulan menikmati hasil kejahatannya, dua pelaku pembobol rumah pengusaha toko grosir di Parluasan akhirnya dihadiahi timah panas oleh Tim Jatanras Polres Siantar.

Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih didampingi Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono dan pejabat utama membenarkan penangkapan itu dalam temu persnya, Rabu (22/1).

“Keduanya diamankan pada Sabtu (18/1) lalu. Namun, keduanya terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan. Yang kita tangkap masih dua orang. Dua lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kapolres.

Kedua tersangka yakni Surya Bakti Siregar (36) warga Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, dan Dedi Suarno alias Plur (34) warga Jalan Medan, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba.

Setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, Sabtu (18/1) lalu sekira jam 17.00 Wib, salah satu pelakuSurya Bakti Siregar berhasil diringkus dari Jalan Ahmad Yani. “Ketika diamankan, hasil dari interogasi petugas, pelaku Surya Bakti Siregar mengakui jika ia melakukan aksinya tak sendiri melainkan bersama empat orang temannya. Yang diketahui bernama Dedi Suarno, serta dua orang temannya berinisial J dan US,” terangnya.

Selanjutnya petugas memboyong Surya Bakti Siregar yang juga ngontrak rumah di Jalan Teratai, Gg Bunga Tulip, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar Simalungun, guna mencari tiga pelaku lainnya.

Tepat di hari yang sama sekira jam 21.00 Wib, pelaku Dedi Suarno akhirnya berhasil diringkus petugas dari Jalan Parapat, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun.

Selanjutnya pelaku Surya Bakti Siregar dan Dedi Suarno dibawa sama petugas untuk pengembangan, guna mencari dua orang temannya berinisial J dan US yang belum tertangkap.

Hanya saja ketika pengembangan, pelaku Surya Bakti Siregar dan Dedi Suarno malah melawan petugas dengan maksud hendak melarikan diri.

“Kita ambil tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak betis kedua kaki pelaku. Lalu kita bawa ke RSUD untuk diobati dan mengeluarkan proyektil peluru,” tegas Kapolres lagi.

Dari kedua pelaku Surya Bakti Siregar dan Dedi Suarno yang ditangkap, disita barang bukti terdiri dari, Kereta Honda Vario bernopol BK 4182 TAL, tas isi laptop merk Asus, Hape merk Oppo, gelang emas, Kereta Vario BK 6300 WAH dan STNK, kipas angin merk Yasaka.

Kemudian kaleng cat merk Paragon ukuran 30 kilogram, sekop, gergaji merk Galantino, linggis, meteran, baju daster bermotip bunga, handuk, baju anak, jilbab serta barang lainnya.

Saat ini pihaknya masih mengejar dua orang pelaku berinisial J dan RS yang belum tertangkap.Sedangkan perbuatan pelaku Surya Bakti Siregar dan Dedi Suarno yang tertangkap dijerat Pasal 363 Ayat (1) Huruf 4e, 5e KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Untuk diketahui, Jumat (22/11/2019) lalu, para tersangka membongkar salah satu rumah toko pengusaha toko grosir, tepatnya depan kantor Lurah Kahean, Jalan Tualang, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

Para tersangka berhasil membawa uang tunai sebesar Rp400 juta dan barang-barang berharga lainnya, dengan total kerugian sebesar Rp600 juta.

Informasi dihimpun wartawan, korban yang diketahui bernama Kamina boru Lumbanraja (50) bersama saksi Monika Sinaga, pergi berjualan ke Pasar Parluasan Jalan Patuan Anggi.

Saat pergi berjualan ke Pasar Parluasan, korban Kamina bersama Monika meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong. Sedangkan seluruh pintu rumah ditinggal dengan posisi terkunci.

Sekira pukul 11.00 Wib siang, korban baru selesai berjualan, lalu beranjak pulang ke rumah. Setibanya di rumah, mereka terkejut pintu samping rumah sudah terbuka karena dirusak.

Seterusnya Kamina, janda tua itu kembali mengecek ke dalam rumah dan mendapati uang sebesar Rp400 juta telah raib. Padahal, uang tersebut rencananya akan ditransfer keesokan harinya.

Hasil Curian untuk Beli Sabu dan Kreta

Terpisah, Kanit 1 Jahtanras Sat Reskrim Polres Siantar Ipda Wilson Panjaitan SH saat diwawancarai wartawan, Rabu (22/1) mengatakan, uang hasil kejahatan telah habis dipakai untuk foya-foya serta membeli kereta dan barang keperluan rumah tangga.

“Kalau tersangaka yang dua orang itu masih buron. Menurut informasi mereka membeli sepedamotor CBR dan sabu,” kata Ipda Wilson Panjaitan.

Bahkan kedua pelaku Surya Bakti Siregar dan Dedi Suarno, membelanjakan sabu-sabu.

Para tersangka membagi-bagi uang hasil curian dengan bagian kurang lebih Rp97 juta per orang.

Dalam kurun waktu dua bulan lebih, uang kejahatan habis buat foya-foya. Bahkan diperkirakan uang Rp 20 juta habis dipakai buat nyabu. Pertama belanja sabu Rp10 juta, lalu belanja sabu lagi Rp10 juta.

“Nggak ada sisa karena uang kejahatan telah dibagi dan dibelanjakan barang keperluan,” ujarnya.

Dia juga membeberkan bahwa dalang dari pembobolan rumah pengusaha toko grosir milik korban Kamina diotaki pelakunya Surya Bakti Siregar.

“Cuma spontan saja, dimana Surya Bakti Siregar berkumpul dirumah teman dari pelaku Dedi Suarno. Disitulah pelaku Surya Bakti Siregar mengusulkan pembobolan rumah korbannya Kamina.Pelaku Surya Bakti Siregar ini mantan sales, sering mengantar barang dagangan ke rumah korban Kamina, dan tahu seluk beluk keadaan rumah,” pungkasnya. (Mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close