Berita

Dua Nelayan Tewas Disambar Petir

FaseBerita.ID – Dua nelayan bagan tancap (pancang,red) warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ditemukan meninggal dunia. Diduga kematian dua pria yang sedang melaut itu akibat disambar petir.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Tapteng Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, ditemukannya dua jenazah yakni, Aswansyah Telaumbanua alias Kacca (28) warga Kelurahan Hajoran Induk, Kecamatan Pandan dan Tigor Parlindungan Gea (22) warga Desa Sijago-jago Kecamatan Badiri, diduga akibat sambaran petir yang terjadi pada, Selasa (5/3) sekira pukul 15.00 WIB.

“Tempat kejadian perkara di Pulau Bottot Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah,” sebut Iptu Rensa dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan, kedua nelayan yang ditemukan telah meninggal dunia itu merupakan anggota bagan tancap dari Jupri Bugis yang berangkat untuk menangkap ikan di bagan tancap yang berada di sekitar perairan Pulau Bottot.

“Hari Senin tanggal 4 Maret 2019 sekira pukul 20.00 WIB Aswansyah Telaumbanua dan Tigor Parlindungan Gea berangkat dari Hajoran naik stempel menuju ke Pulau Bottot, dengan tujuan untuk melaksanakan pekerjaan mencari ikan di bagan pancang milik majikannya yang bernama Jupri Bugis,” katanya.

Setelah keberangkatan Aswansyah dan Tigor untuk melaut pada Senin malam itu, Jupri menghubungi handphone milik anggotanya itu pada Selasa (5/3) sekira pukul 06.30 WIB. Namun, setelah beberapa kali dihubungi tidak aktif, maka Jupri mengutus 6 anggota lainnya untuk melihat Aswansyah dan Tigor.

“Kemudian Jupri Bugis menyuruh anggotanya pergi melihat keadaan korban di bagan pancang. Sekira pukul 07.00 WIB keenam anggota bagan pancang berangkat dari Hajoran menuju Pulau Bottot Kecamatan Badiri untuk melihat dan menjemput korban,” tutur Iptu Rensa.

Namun, setibanya di sana, keenam orang yang diutus Jupri itu kaget. Mereka mendapati kedua korban tidak bernyawa dengan kondisi tubuh tampak terbakar hangus.

“Pada pukul 08.00 WIB keenam anggota bagan pancang tersebut tiba di TKP. Kemudian mereka melihat kedua korban sudah tergeletak di bagan pancang dan sudah meninggal dunia dalam keadaan tubuh hangus tebakar. Lalu mereka membawa jenazah keduanya ke Hajoran. Sampai di Hajoran, pemilik bagan pancang membawa jenazah Aswansyah dan Tigor, serta melaporkan dan memberitahukan peristiwa tersebut kepada pihak keluarga masing-masing,” jelasnya.

Atas peristiwa meninggalnya kedua korban yang diduga diakibatkan sambaran petir itu, pihak keluarga pun menerima dengan ikhlas dan tidak keberatan atas meninggalnya keluarga mereka itu.

“Pernyataan keluarga korban, bahwa keluarga kedua korban tidak keberatan atas peristiwa meninggalnya kedua korban tersebut, karena kematian korban murni karena tersambar petir,” tutupnya. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button