Berita

Dua Goni Cabai Raib dari Kios di Pasar Parluasan Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Lagi-lagi aksi kejahatan terjadi di wilayah Pematangsiantar. Setelah jambret dan pembongkaran beberapa rumah warga, kali ini dua goni cabai milik pedagang Pasar Dwikora Parluasan, hilang dari kios, Minggu (26/1) sekira pukul 05.00 WIB.

Da goni cabai merah tersebut milik L br Simarmata (43). Pudan (35), anak L br Simarmata kepada wartawan, Selasa (28/1) mengatakan, kejadian itu ternyata sudah pernah terjadi.

“Bukan hanya sekali atau dua kali saja kios Mama dibongkar. Sudah berulang kali Bang Mamak kehilangan,” kata Pudan ditemui di kios orangtuanya.

Pudan menjelaskan, pencurian itu diketahuinya Minggu subuh saat ia hendak berjualan. Dimana pintu kios sudah dirusak dan terbuka. “Aku tahunya saat mau buka kios Mamakku. Pas kutengok, pintu kios sudah terbuka. Setelah kulihat, ternyata dua goni cabai kami sudah dicuri maling,” ujarnya kesal.

Kemudian, malam setelah kejadian, sekira pukul 20.00 WIB, empat orang penjaga malam Pasar Dwikora datang ke rumah mereka di daerah BDB, Kecamatan Siantar Timur.

Kedatangan penjaga malam itu untuk memberikan uang ganti rugi senilai Rp300 ribu yang diterima ibunya.

“Ganti rugi emang sudah dikasih sama Mamak Rp300 ribu. Tapi ganti rugi itu kan tidak sebanding dengan harga cabai yang hilang itu. Karena kerugian ditaksir sekitar Rp1,5 juta,” terangnya.

Saat ditanya siapa nama-nama penjaga malam yang memberikan uang ganti rugi ke ibunya tersebut, Pudan mengaku tidak tahu, dan hanya mengetahui satu marga saja.

“Aku kurang tahu namanya, yang ku tau ada marga Simatupang sebagai Kepala Jaga Malam,” kata Pudan.

Terpisah, Direktur Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Bambang Wahono ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp (WA) justru meminta nama keempat penjaga malam yang mengantarkan uang ganti rugi tersebut.

Sebab pihaknya sampai saat ini masih belum ada menerima laporan terjadinya pencurian kios di Pasar Dwikora.

“Tolong kirim kan nama yang mengantar uang kerugian kepadaku. Kita belum ada info soal ini. Ya, kalau memang ada terbukti nantinya akan kita pecat. Tolong ya bang,” ujarnya Bambang.

Bambang menambahkan, pihaknya juga akan mencari tahu kejadian dialami korban. Karena pihaknya akan langsung melakukan penindakan dengan memecat. “Kalau dapat, kita pecat bang,” tegasnya. (Mag-03)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker