Berita

Dua Gadis Asal Kisaran dan Sibolga Meninggal Terbakar di Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Satu unit rumah terbakar di Jalan SM Raja, Kelurahan Bah Sorma, Siantar Sitalasari, pada Minggu (18/10) pagi sekira pukul 09.00 WIB. Akibat kejadian itu, dua wanita yang tinggal di rumah tersebut tewas terbakar.

Kedua wanita tersebut adalah Erlinda br Situmeang (33) warga asal Sibolga dan Srimuliani Laoli (28) warga Asal Kisaran, Kabupaten Asahan.

Keduanya wanita yang masih lajang ini, tinggal bersama di salah satu rumah kontrakan berlantai 2 di pinggir jalan umum. Rumah yang berukuran sekitar 4×4 meter tersebut mereka fungsikan untuk berjualan di lantai satu. Kedua bersahabat ini jualan rokok, pulsa, beberapa tabung gas dan makana ringan lainnya.

Belum diketahui secara pasti dari mana api tersebut muncul, tapi pada saat api sudah membesar, kedua korban masih di dalam rumah di lantai 1 tempat mereka berjualan. Mereka juga tidak mampu lagi keluar lantaran api yang sangat cepat membesar yang menghanguskan pintu rumah yang terbuat dari papan.

Menurut warga sekitar, pada saat kejadian, warung tersebut belum dibuka dan masih tertutup dan diduga mereka saat itu sedang tertidur.
Namun, entah bagaimana api tersebut sengat cepat membesar, membuat keduanya terpojok di dalam ruangan dan tidak bisa melewati api. Api juga diduga cepat besar karena di rumah ada sekitar 4 buah tabung gas LPG.

Sementara itu, tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi tidak sempat menyelamatkan korban lantaran api sudah besar dan mereka sudah tewas terbakar. Setelah api berhasil dipadamkan, jasad kedua korban langsung di evakuasi ke ruang forensik RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Amir Mahmud yang berada di lokasi mengatakan bahwa sumber api masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Disebutkan Kapolsek, kedua korban diduga meninggal lantaran kehabisa nafas dan terbakar karena api yang sangat besar. Kedua korban juga tidak bisa naik ke lantai dua karena api juga sangat dekat dengan tangga.
“Kita bawa dulu jasad korban ke rumah sakit menunggu pihak keluarga,” ujarnya.
Disebutkan juga, kedua korban merupakan teman dan bersama-sama mengontrak salah satu rumah warga. Jadi mereka berdua membuka usaha bersama.

Menjerit Histeris

Begitu kejadian, pihak keluarga korban langsung dikabari khususnya orangtua Srimuliani Loily yang tinggal di Kisaran. Sekitar 2 jam, kedua orangtua korban tiba di rumah sakit dan langsung histeris menangis. Keduanya tidak menyangka putrinya itu dalam sekejap meninggal diakibatkan kebakaran. Tangisan mereka semakin menjadi-jadi saat melihat jasad putrinya sudah gosong. Menurut informasi dari keluarganya, Srimuliani masih lajang dan anak pertama dari delapan bersaudara.

Sudah empat tahun, Srimuliani merantau ke Siantar untuk bekerja dan terakhir membuka usaha bersama temannya. Sementara itu, pihak kepolisian masih berupaya menghubungi keluarga Erlinda Situmeang yang tinggal di Sibolga. (pra/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button