Berita

Dua dari 7 Perampok Toko Sembako Ditangkap

FaseBerita.ID – Personel Polres Tapanuli Tengah mengungkap kasus perampokan yang dilakukan tujuh tersangka pada Senin (29/6) lalu di salah satu toko sembako UD Tumanggor milik SNMT dan istrinya SAH yang berada di Jalan Padangsidimpuan, Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Pengungkapan kasus perampokan yang dilakukan oleh Tujuh orang tersanga di tokoh sembako yang berinisialkanSNMT, dan istrinya SAH. di gelar di MapolresTapanuli Tengah pada hari Kamis (23/07) pagi.
Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto didampingi jajaran Polres Tapanuli Tengah mengungkapkan hal itu saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tateng, Kamis (23/7) pagi.

Dia menyebutkan, pelaku perampokan dilakukan tujuh orang, lima di antaranya masih DPO (Daftar Pencarian Orang) dan dua berhasil diringkus personil Polres Tapanuli Tengah dari tempat yang berbeda tanpa perlawanan. Kedua tersangka ditangkap saat tertidur di kediamnya. Mereka adalah AMP alias P alias A dan ES alias U.

Lanjutnya, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan terhadap dua tersangka tersebut, ketujuh tersangka melakukan peran yang berbeda-beda. Yakni AMP alias P alias A telah lima kali belanja air mineral dan minuman botol ke toko UD Tumanggor sembari memantau keadaan toko.

Selanjutnya L berperan memberikan target atau toko yang akan dijadikan sasaran, dalam hal ini Toko UD Tumanggor dan memberikan informasi kepada rekanya yang ingin melakukan perampokan. L juga menyediakan penginapan, menyedikan tali tambang yang diikat kebesi guna memanjat tembok rumah korban dan menyediakan tempat penyimpanan hasil rampokan mereka.

ES dan U berperan sebagai pendamping kelompok /group PR alias L yang ingin melakukan survei ke lokasi target tempat perampokan serta mengantar kelompok perampok saat ingin melakukan aksi.

Dari hasil perampokan itu, mereka mendapat upah, yakni ES mendapatkan Rp6 juta dan U mendapat Rp3 juta.

Saat berakri, PRL pada tanggal 28 Juni langsung menuju lokasi yang telah direncanakan menggunakan sepedamotor berwana hijau dan langsung memanjat masuk ke rumah korban menggunakan tali tambang yang telah diikatkan di besi berbektuk huruf U, kemudian moncongkel daun jendela dan merusak hack jendela yang terbuat dari besi.

Selepas itu kelompok perampok lansung masuk ke lantai I kemudia menuju lantai II dan menyekap pemilik toko di kamarnya. Mereka juga menodongkan pisau dan kemudia para korban ditelungkupkan dan kedua kaki dan tangannya diikat menggunakan tali plastik. Kemudian menutup mulut korban menggunakan lakban.

Dalam waktu bersamaan, para pelaku juga langsung menyekap istri pemilik toko saat tidur bersama kedua anaknya dan langsung menodongkan pisau. Perlawanan sempat terjadi dari korban. Namun pelaku mengancam korban.

“Jangan berontok kau, kubunuh nanti,” jelas Kapolres menirukan ucapan para perampok saat itu.

Kemudian kedua tangan istri pemilik toko diikat menggunakan kain panjang dan kaki korban diikat dengan tali plastik serta mulut juga disekap menggunakan lakban. Setelah seluruh keluarga pemilik toko tidak berdaya, para perampok bergegas mengambili barang milik korban berupa 40 pak rokok Surya, 70 pak rokok Sampoerna, 30 pak rokok Dji Sam Soe, 10 pak rokok Dji Sam Soe Revil, 1 unit DVR CCTV merk Pict Vicion, uang tunai Rp10 juta dari laci kasir dan 1 Hp merk Nokia N73.

Tidak puas dengan barang dagangan yang berada di dalam tokoh, perampok juga mengambil perhiasan dengan total berat 23 gram. Selanjutnya 2 Hp merek Samsung, 1 Laptop Acer dan 1 kamera merek Canon. Diperkirakan, korban mengalami kerugian mencapai Rp180 juta. (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button