Berita

DPRD Samosir Kunjungi DPRD Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – DPRD Samosir masa jabatan 2014-2019 berkunjung ke DPRD Simalungun konsultasi tentang tata tertib dewan dan alat kelengkapan dewan, Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/11/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani saat ditanyai, mengatakan kedatangan DPRD Samosir tersebut tentang tata terbit dewan dan alat kelengkapan dewan.

“Kedatangan mereka tentang bagaimana tata tertib dewan dan alat kelengkapan dewan di Simalungun ini, itu aja,” singkatnya

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Samosir terpilih, Rismawati Simarmata saat ditanyai mengatakan bahwa Kedatangannya ingin belajar tentang penyerapan anggaran tahun 2019 di Kabupaten Simalungun.

“Kalau DPRD itu kan mau bertukar pikiran dan ingin belajar dengan DPRD lainnya. Kesini tentang penyerapan anggaran. Kalau APBD Kabupaten Samosir TA 2019 sebesar Rp 800 Miliar jauh beda dengan Simalungun Rp 2,4 Triliun,”ucapnya.

Rismawati Simarmata mengatakan rencana APBD 2020 di Kabupaten Samosir akan bertambah sekira Rp 900 Miliar lebih hampir mencapai Rp 1 Triliun dengan PAD Rp mencapai Rp 64 Miliar.

Sambung Rismawati Simarmata mengatakan bahwa pelantikan anggota DPRD Kabupaten Samosir akan dilantik Senin (25/11/2019) mendatang.

Sementara Ketua Fraksi Gerindra DPRD Samosir, Mardan Sihotang mengatakan jika di bandingkan Samosir dengan Simalungun sangatlah jauh beda.

“Dewanya aja Di Simalungun ini, 50 orang sementara di Samosir cuma 25 orang apalagi luas wilayah lebih jauh lagi, Kecamatannya pun di Simalungun ada 32 Kecamatan sementara di Samosir hanya 9 Kecamatan,”tuturnya.

Masih Mardan Sihotang, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Samosir itu mengatakan pendapatan Kabupaten Samoair yang paling utama, 80 persen dari sektor pertanian selebihnya pariwisata dan industri kecil terdiri dari pajak hotel, restoran, rumah makan dan pajak bumi dan bangunan.

“Makanya kalau pemerintah sekarang, Kabupaten Samosir itu mau diarahkan ke sektor pertanian, bagaimana caranya menciptakan itu, itulah PR paling besar,”terangnya.

Mardan Sihotang mengharapkan satu sisi yang paling agak berat dikelola memindahkan sektor pertanian menjadi sektor pariwisata karena visi paling utama ialah menjadi pariwisata karena ada istilahnya Samosir itu akan dijadikan Monaco Asia dan mau ditetapkan sebagai Bali kedua di Indonesia.

Ditambahkannya, pengelolaan anggaran di daerah-daerah lebih sering di akhir tahun secara umum dilaksanakan karena memang Itulah salah satu kendala termasuk pembangunan infrastruktur setiap daerah itu tidak bisa diawali lebih awal selalu di atas bulan Mei sehingga pengeluarannya itu di akhir tahun.

“Itu persoalannya, andaikan itu dilaksanakan misalnya di bulan maret paling lambat, saya kira kalau penyerapan anggaran di bulan Juli akan bisa selesaikan dengan target yang ditentukan oleh pemerintah caranya bagaimana, itu perlu kerjasama antar stakeholder termasuk dengan pemerintah daerah,” tandasnya. (mag-05)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close