Berita

DPO Narkoba Ditangkap dari Kebun Pulomandi Asahan

FaseBerita.ID – Erik (39), warga Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, tersangka kasus kepemilikan narkoba yang telah menjadi buronan atau masuk daftar pencarian orang (DPO) ditangkap petugas Polres Labuhanbatu saat tertidur pulas di kebun perkebunan Kebun PTPN III Pulomandi, Asahan, Senin (3/8) dini hari.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu kepada wartawan mengatakan bahwa, tersangka ES masuk dalam DPO Polres Labuhanbatu setelah ada permintaan bantuan dari Kejaksaan Negeri setempat sejak 12 Juni 2020 untuk pelaksanaan putusan MA tanggal 6 Januari 2016.

“Adapun putusan MA yakni, tersangka ES alias Pak Erik terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika (Gol I) Bukan Tanaman, dengan menjatuhkan vonis 4 tahun dan denda sebesar Rp800 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut maka diganti dengan pidana penjara 4 bulan,” katanya.

Dijelaskan Kasat, terpidana ini dulunya divonis bebas di PN Rantauprapat, sehingga oleh JPU mengajukan kasasi, dimana terpidana ini awalnya ditangkap Satres Narkoba pada tanggal 11 Desember 2012 di Dusun III Paritminyak, Desa Aek Korsik Kecamatan, Aek Kuo, Kabupaten Labura dengan barang bukti 3 plastik klip berisi narkotika sabu berat 0,7 Gram, 323 Plastik klip kosong, dua unit ponsel, satu buah mancis, dua buah kaca pirek dan satu buah sekop.

Sejak 12 Juni 2020, kata Martualesi, Satres Narkoba intensif melakukan pencarian terhadap terpidana ini untuk menjaga marwah penegak hukum di mata masyarakat. Sehingga dapat memberikan efek jera kepada para pelaku yang terlibat peredaran narkotika.

“Agar rasa aman dan tertib tetap terjaga ditengah tengah masyarakat dan orang orang yang hendak melakukan perbuatan melawan hukum, kedepannya semakin sadar,” sebutnya.

Ditambahkannya, Erik sempat merantau ke Lampung pada 2014 dan bekerja serabutan setelah divonis bebas.

Namun ia kembali ke kampung halaman sejak wabah Covid -19 melanda. Bahkan, Erik mengetahui dirinya adalah DPO dalam dua bulan terakhir. Karena itu terpidana ini berusaha menghindar dari tangkapan petugas.

“Bapak lima anak ini mengaku sudah pernah berniat menyerahkan dirinya ke polisi dan mengakui kesalahannya. Namun hal itu urung dilakukan karena alasan ekonomi, agar tetap bisa menghidupi keluarganya, termasuk biaya sekolah anak. Saat ini terpidana ini masih diperiksa di Satres Narkoba untuk selanjutnya dilimpahkan ke eksekutor JPU (Jaksa Penuntut Umum) Rantauprapat,” tandas Martualesi. (bud/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button