Berita

DPD IPK Palas Kecam Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan: Kita Harus Lawan!

PALAS, FaseBerita.ID – Perbuatan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) menuai kecaman dari DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Palas. Aksi bom bunuh diri yang diduga menewaskan pelaku ini dianggap aksi pengecut.

Situasi Sumatera Utara yang aman dan kondusif diyakini tidak akan terusik dengan aksi yang diduga perlakuan kelompok tertentu ini. Malah, IPK Palas dengan keras mengutuk perbuatan tersebut.

“DPD IPK Palas menolak dan melawan tindak teroris, dan melawan segala bentuk pengecut para teroris,” tegas Syafran Oloan Nasution, Ketua DPD IPK Palas menyikapi.

Selain itu, Syafran juga meminta Kepada seluruh elemen terkhusus kepada IPK untuk membuat pernyataan melawan tindak teroris di Sumatera Utara. Dengan tegas, IPK tidak takut dan akan bersatu padu melawan segala tindakan pengecut para teroris.

“Ini harus dilawan,” kata Syafran.

Tentunya IPK mendukung Kepolisian mengusut tuntas aksi bom bunuh diri tersebut. Aksi yang telah mengusik ketentraman warga Sumatera Utara ini, tidak diperkenankan tinggal di Sumatera Utara.

“Kita harus lawan segala bentuk perlakuan yang menganggu ketentraman warga Sumatera Utara,” ujar Ketua DPD IPK ini.

Fakta Terkini Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Akibatnya, terduga pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution tewas dan 6 orang lainnya jadi korban luka.

Peristiwa tersebut terjadi di Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Rabu (13/11/2019), sekitar pukul 08.45 WIB. Saat itu, polisi baru saja selesai apel dan banyak warga yang hendak mengurus SKCK.

Usai ledakan, polisi langsung melakukan olah TKP. Ditemukan sejumlah benda dalam olah TKP itu. Berikut sederet fakta terkini terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan:

1. Pelaku Pakai Atribut Ojek Online
Ledakan bom bunuh diri yang terjadi pukul 08.45 WIB itu diduga berasal dari pria yang menggunakan atribut ojek online. Pria itu tampak berjalan di lapangan parkir sebelum bom yang diduga dibawanya meledak. Usai ledakan terjadi, jalan sekitar Polrestabes Medan ditutup.

2. Pelaku 1 Orang dan Tewas di Lokasi
Terduga pelaku bom bunuh diri diduga hanya satu orang dan langsung tewas di lokasi. Polisi langsung melakukan olah TKP di lokasi ledakan. Olah TKP dilakukan untuk mengetahui identitas dan juga jenis bahan peledak yang digunakan pelaku.

3. Pelaku Ngaku Mau Urus SKCK
Polisi mengatakan orang yang dicurigai sebagai terduga pelaku bom bunuh diri sempat ditanyai oleh petugas sebelum masuk ke Polrestabes Medan. Menurut polisi, terduga bomber mengaku hendak mengurus SKCK.4.

4. Sempat Digeledah 2 Kali
Pelaku yang menggunakan atribut ojek online dan mengaku hendak mengurus SKCK sempat digeledah polisi sebelum masuk Polrestabes Medan. Penggeledahan dilakukan karena gerak-gerik mencurigakan. Saat itu, polisi meminta terduga pelaku membuka jaket dan tas ranselnya. Tak ditemukan benda mencurigakan sehingga pria itu masuk ke dalam lingkungan Polrestabes.

5. Identitas Pelaku Terungkap
Polisi bergerak cepat mengungkap identitas pelaku yang diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN). Pengungkapan identitas itu dilakukan lewat pemeriksaan sidik jari yang dicocokkan dengan data di Dukcapil. Rabbial berusia 24 tahun dan berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.

6. Enam Orang Jadi Korban Luka
Selain Rabbial sebagai terduga pelaku yang tewas, ada enam orang lainnya yang menjadi korban luka. Lima korban luka dari personel Polri dan satu orang sipil. Selain itu, ada 4 kendaraan yang rusak.

7. Rumah Terduga Pelaku Digeledah
Polisi juga langsung menggeledah rumah terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution, yang beralamat di Jalan Jangka. Belum diketahui apa saja yang disita dari penggeledahan itu.

8. Pelat Besi-Paku Ditemukan di Lokasi Ledakan
Olah TKP yang dilakukan di lokasi bom bunuh diri di Polrestabes Medan usai. Polisi mengamankan sejumlah material seperti pelat besi, paku berbagai ukuran, hingga baterai. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui jenis bom.

9. Atribut Ojol untuk Menyamar
Rabbial Muslim Nasution yang merupakan terduga pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan disebut mengenakan jaket ojek online saat beraksi. Polri menyatakan jaket ojol yang digunakan Rabbial hanya untuk penyamaran saat beraksi.

10. Pelaku Diduga Lone Wolf
Polisi mengatakan Rabbial diduga beraksi sendirian alias lone wolf. Meski demikian, polisi tetap melacak ada-tidaknya jaringan Rabbial. Menurut polisi, Rabbial aktif di media sosial.

11. Bom Dililit di Tubuh Pelaku
Polisi masih mendalami jenis bom yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Terduga pelaku, Rabbial Muslim Nasution, diduga melilitkan bom itu di tubuhnya. (tan/dc/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close