Berita

DPC PMKRI Gelar Diskusi Publik: Kita Tidak Ingin Siantar Menjadi Kota Mati

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar periode 2019-2021 resmi dilantik, Selasa (17/12) di Aula Kevikepan Jl Lingga Pematangsiantar.

Pelantikan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pastor Paroki Jalan Sibolga yaitu RP Leopold Purba OFM.Cap. Dalam khotbahnya, pastor mengajak jajaran PMKRI untuk menjadi Mahasiswa Katolik yang mampu hadir ditengah-tengah masyarakat, mengambil bagian dalam pembangunan dan kemajuan bangsa terkhususnya juga pembangunan Gereja.

Selesai ibadah, secara resmi pengurus Pusat yang diwakili Sekretaris Jenderal Kakanda Tomson Silalahi melantik Liharman Sipayung sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Periode 2019-2021 menggantikan Alboin C Samosir.

Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan personalia Dewan Pimpinan Cabang oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar 2019-2021.

Liharman mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya pelantikan dan perutusan dirinya sebagai Ketua Presidium PMKRI. Ia berterimakasih atas kehadiran Pastor Paroki Jalan Sibolga yang telah bersedia membawakan missa.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa sayang beliau terhadap PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan,” ungkapnya.

“Kedepannya dalam periode ini kita akan fokus penguatan internal, baik pengembangan internal PMKRI dan internal masyarakat Katolik,” tambahnya.

Sementara pengembangan eksternal, suka atau tidak suka harus menghadapi pesta demokrasi di tingkat daerah ataupun Pilkada. PMKRI akan hadir untuk mengkawal serta memantau jalannya proses Pilkada tersebut serta mengkawal segala kebijakan pemerintah agar tepat sasaran.

Selesai pelantikan kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik. Untuk diskusi publik sendiri PMKRI mengusung tema “Mencari sosok Ideal Walikota Pematangsiantar”.

Dari hasil perdiskusian tersebut, pihaknya menginginkan yang menjadi Walikota Siantar kedepannya memiliki Integritas, Kapabilitas, Otoritas dan Karitas atau Pelayanan serta pemimpin yang mau mendengarkan juga menyentuh masyarakat kecil. Kita juga harus melihat track record dari pemimpin tersebut. Bagaimana pun untuk politisi yang dipegang itu perkataanya. Seorang pemimpin yang ideal nantinya harus memang mampu mensinkronkan antara perkataan dan tindakan dalam mengayomi masyarakat.

Banyak hal yang harus dibenahi dan juga dipikirkan Walikota ke depannya agar Siantar tidak menjadi kota yang mati.

“Kita melihat bagaimana keseriusan pemerintah pusat meggelontorkan dana yang begitu besar untuk pembangunan kawasan Danau Toba. Jika walikota tidak sigap memahami perkembangan ini bisa saja kota Pematangsiantar nantinya hanya akan menjadi kota yang tak ada pengunjung atau kota persinggahan dan bahkan menjadi kota mati,” tegas Liharman.

Yang menjadi narasumber pada diskusi publik ini yaitu Richard Sidabutar selaku Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019, Kristian Silitonga selaku Pengamat Politik Kota Siantar, Fernando Sihotang selaku Dosen Fisip Universitas Sumut, mewakili Akademisi, Tomson Sabungan Silalahi selaku Sekjend Pengurus Pusat PMKRI dan Alboin Samosir sebagai orang muda yang mengikuti selalu perkembangan kota Siantar.

Kristen Edi Sidauruk selaku Ketua Panitia mengucapkan banyak terimakasih terhadap semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini karena telah berjalan lancar dan sukses. (ros)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close