Berita

Dovizioso Pertegas Dominasi Ducati

FaseBerita.ID – Andrea Dovizioso menjadi pemenang di MotoGP Austria 2020. Kemenangan Italiano itu mempertegas dominasi Ducati di Spielberg.

Dalam balapan di Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (16/8) malam, Dovizioso mampu merebut podium pertama setelah menyelesaikan balapan dalam durasi 28 menit 20,583 detik.

Dovisozo mempertegas dominasi Ducati dalam setengah dekade di MotoGP Austria. Sejak 2016 rider-rider Ducati bergantian menjadi pemenang.

Di 2016, Andrea Iannone pemenangnya. Jorge Lorenzo mempersembahkan kemenangan pada 2018. Sementara itu, Dovizioso sebanyak tiga kali. Selain seri kali ini, rider Italia itu menang pada 2017 dan 2019.

Kemenangan kali ini dipersembahkan oleh Dovizioso setelah dipastikan tidak memperpanjang kontrak dengan Ducati untuk musim depan.

Jalannya Balapan

Vinales gagal melakukan start bagus. Dia kehilangan posisi terdepan, disalip oleh Jack Miller sebelum tikungan pertama.

Saat lap pertama selesai, dua motor Ducati menempati posisi 1-2. Miller disusul oleh Andrea Dovizioso.

Fabio Quartararo terlempar ke posisi paling belakang saat balapan menyisakan 23 lap. Dia melakukan kesalahan di tikungan keempat, hingga keluar lintasan.

Sementara itu, Pol Espargaro berhasil menyalip Miller untuk mengambil alih posisi terdepan dalam balapan.

Crash yang melibatkan Franco Morbidelli dan Johann Zarco di tikungan ketiga saat balapan menyisakan 20 lap.

Motor Morbidelli menerjang motor Zarco, hingga mengakibatkan kedua pebalap terpelanting.

Motor YZR-M1 yang ditunggangi Morbidelli, hancur. Sama halnya dengan motor dari Zarco juga hancur. Bendera merah pun dikibarkan untuk membersihkan puing-puing. Balapan dilanjutkan lagi dengan menyisakan 20 lap lagi.

Saat restart lagi, Miller bisa langsung mengambil alih posisi terdepan. Dia mendahului Pol Espargaro, untuk mengambil alih posisi terdepan.

Saat balapan menyisakan 12 lap, terjadi crash lagi. Kali ini, Pol Espargaro yang gagal terjatuh karena terlibat insiden dengan Miguel Oliveira.

Alex Rins mesti menyudahi balapan lebih awal. Grip ban rider asal Spanyol itu hilang, hingga langsung terjatuh dan menyasar gravel.

Joan Mir mengunci posisi kedua disaat-saat terakhir. Dia menyalip Miller untuk mengamankan posisi kedua. Dovizioso menjadi pebalap terdepan, berhasil mengulang kesuksesan musim lalu.

Seperti Ingin Balas Ducati

Andrea Dovizioso mengirim sinyal terhadap Ducati. Setelah mengumumkan perpisahan dengan pabrikan Italia itu, Dovizioso merebut kemenangan di MotoGP Austria.

Dovizioso menjadi sorotan setelah memutuskan untuk meninggalkan Ducati setelah musim 2020 berakhir. Menyusul tidak ada titik temu di dalam negosiasi kontrak baru di antara kedua pihak, yang diyakini terkait masalah finansial.

Dovizioso menginginkan kenaikan bayaran, sedangkan Ducati justru menawari pemangkasan gaji signifikan mengingat anggaran yang ketat akibat pandemi virus corona. Situasi semakin keruh karena Dovizioso tidak terima dengan komentar manajer tim Davide Tardozzi yang mengatakan bahwa masa depan Dovi akan ditentukan setelah dua balapan di Austria.

Meski demikian, Andrea Dovizioso seakan tidak terpengaruh dengan situasinya. Start dari posisi keempat, Dovizioso finis terdepan dalam balapan di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (16/8). Rider Italia itu unggul 1,3 detik dari Joan Mir, yang memenangi duel dengan Jack Miller untuk finis kedua di tikungan terakhir putaran final.

Dovizioso membangun momentum positif setelah balapan dimulai kembali usai sempat dihentikan akibat kecelakaan yang melibatkan Franco Morbidelli dan Johann Zarco di sepertiga awal balapan. Usai restart, pebalap berusia 34 tahun itu mengambil alih pimpinan lomba dari Miller lalu melesat nyaris tanpa gangguan di sisa lomba.

Kemenangan Dovizioso ini merupakan yang pertama di musim ini atau yang ketiga untuk dia di Red Bull Ring pada 2019 dan 2017. Sedangkan Ducati menegaskan dominasi di sana selama lima tahun berturut-turut.

Selain itu hasil tersebut dipandang sebagai pembuktian Dovizioso terhadap Ducati. Terlebih setelah Dovizioso konsisten menjadi penantang serius gelar juara dunia dalam tiga musim terakhir.

Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengkritik perlakuan Ducati terhadap Dovizioso. “Setiap perusahaan memang berhak melakukan sesuka hati, seperti halnya para pebalap. Namun, mereka memiliki pebalap yang telah mengalahkan Marc Marquez berkali-kali dan memimpin Ducati ke posisi teratas,” ucap dia kepada GPOne.

“Anda memang bisa berpisah, tapi sejujurnya Anda tidak bisa melakukannya setelah delapan tahun. Seorang pebalap seperti Andrea tidak seharusnya diperlakukan demikian. Ini seharusnya bisa diselesaikan lebih awal, Anda mesti mengatakan kepada dia bahwa dia tidak ada di dalam rencana Anda. Saya akan mendukung Dovizioso untuk memenangi juara dunia tahun ini, hal itu akan menjadi hadiah terbaik untuk dia dan Ducati,” ungkap Carlo Pernat.

Dovizioso masih bisa menambah ‘tamparan’ terhadap Ducati. Pasalnya, balapan MotoGP Styria yang digelar pekan depan masih akan digelar di Red Bull Ring. (dc/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button