Berita

Dosmar Kalah Tajir dari Wakilnya Kekayaan Calon Kepala Daerah

FaseBerita.ID – KPK telah mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2020. Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dosmar Banjarnahor selaku calon Bupati Humbang Hasundutan petahana, kalah tajir dari wakilnya, Oloan Paniaran Nababan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Humbang Hasundutan (Humbahas), Binsar Pardamean Sihombing, mengaku sudah menerima tanda terima LHKPN para calon. “Tanda bukti laporan LHKPN sudah kami terima. Namun datanya, silakan dikonfirmasi ke KPK, tidak ada di KPU,” kata Binsar saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (1/10) lalu.

Dilihat dari laman https://elhkpn.kpk.go.id/, harta kekayaan Calon Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan mencapai Rp95.792.998.094 yang dilaporkannya pada 2 Juli 2020, sedangkan Dosmar Banjarnahor sebanyak Rp 11.147.274.346.

Kekayaan Oloan itu di antaranya aset tanah dan bangunan, mencapai Rp93.394.190.400. Terdiri dari 7 bidang tanah, 12 bidang tanah dan bangunan, yang masing-masing berada di Jakarta Timur dan Bogor menjadi milik Oloan atas hasil sendiri.

Selain itu, Oloan juga memiliki alat transportasi dan mesin Rp961.500.000, di antaranya tiga unit sepeda motor yakni tahun 2013 seharga Rp8,5 juta, sepedamotor tahun 2015 seharga Rp5,5 juta, dan sepeda motor tahun 2014 seharga Rp 4.500.000. Sedangkan mobil, Toyota Jeep tahun 2019 seharga Rp504 juta, Toyota Jeep tahun 2017 seharga Rp379 juta, dan Mitsubishi pick up tahun 2011 seharga Rp60 juta.

Kemudian, Oloan juga memiliki surat berharga senilai Rp500 juta, disamping itu memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp475 juta. Lalu kas atau setara kas senilai Rp467.307.694. Di samping itu, Oloan juga tercatat memiliki utang sebanyak Rp5 juta, sehingga total kekayaan Oloan senilai Rp95.792.998.094.

Sementara, Dosmar Banjarnahor, calon bupati petahana yang melaporkan kekayaannya pada 28 April 2020/-2019 mencapai Rp11.147.274.346. Adapun rinciannya yakni, tanah dan bangunan senilai Rp10.359.428.300. Terdiri dari, tanah dan bangunan seluas 120 m2 di Kota Tangerang Selatan senilai Rp1.158.000.000, tanah seluas 10.000 meter persegi di Kabupaten Humbahas senilai Rp180 juta, tanah seluas 918 meter persegi di Kabupaten Humhas senilai Rp367.200.000.

Selanjutnya tanah seluas 102 meter persegi di Kabupaten Humbang Hasundutan (warisan) senilai Rp1,62 miliar, tanah dan bangunan seluas 270 m2/258 m2 di Jakarta Timur senilai Rp2,7 miliar, tanah dan bangunan seluas 220 m2/114 m2 di Bandung Barat senilai Rp 984.228.300, tanah dan bangunan seluas 300 m2 /225 m2 di Tangerang senilai Rp 3.350.000.000 yang merupakan hasil pembelian sendiri.

Untuk alat dan transportasi mesin senilai Rp489.235.000, di antaranya, sepeda motor Honda tahun 2012 senilai Rp16 juta, mobil Toyota dump truck tahun 2012 senilai Rp178.235.000, mobil Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp295.000.000 yang merupakan hasil pembelian sendiri.

Sementara, untuk harga bergerak lainnya dan dan surat berharga, Dosmar tidak memiliki. Untuk kas atau setara kas senilai Rp298.611.046, lalu Dosmar juga tercatat tidak memiliki hutang, sehingga total harta kekayaan Dosmar sebesar Rp11.147.274.346.

Namun, jumlah tersebut merupakan harta kekayaan yang dilaporkan pada 31 Desember 2019 lalu selaku Bupati Humbang Hasundutan. (des/bbs/smg)



Pascasarjana


Unefa
Back to top button