Berita

Dosen STMIK Royal Tuntaskan Pengabdian Masyarakat di Porsea

KISARAN, FaseBerita.ID – Pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu kewajiban dosen untuk berkontribusi pada negeri. Hal itu menjadi pekerjaan yang wajib dilakukan berbarengan dengan penelitian sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kedua elemen tersebut menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dan menghilangkan isolasi dunia akademik terhadap persoalan masyarakat.

Itulah yang dilakukan oleh 57 orang dosen STMIK Royal Kisaran yang melaksanakan pengabdian masyarakatnya di Porsea, Kabupaten Toba Samosir pada tanggal 23-24 Maret 2019 di sejumlah kantor dan instansi pelayanan masyarakat disana.

Ketua STMIK Royal Kisaran Dr H Saleh Malawat didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik Dr M Irfan Fahmi mengatakan, pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh dosen ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa lingkungan akademik khususnya di STMIK Royal tidak hanya fokus pada ruang belajar mengajar saja.

Baca: STMIK Royal Terima Bantuan Tracer Study

“Pengabdian masyarakat menjadi tanggung jawab sosial sebagai seorang dosen bagi lingkungannya. Dalam kesempatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 57 dosen STMIK Royal yang dibagi dalam tiga kelompok telah menuntaskan tanggungjawab itu ke masyarakat,” kata Dr Saleh Malawat SE MMA kepada wartawan, Senin (25/3) di kantornya.

Ia menambahkan, pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk sahutan antusias dari para dosen terhadap capaian akreditasi institusi di STMIK Royal Kisaran yang saat ini meraih nilai B termasuk dua program studinya.

“Kami tidak ingin fokus peningkatan kemampuan SDM di bidang kegiatan belajar mengajar saja untuk meningkatkan akreditasi. Akan tetapi pengabdian masyarakat ini juga sama pentingnya dan berefek langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Pada dasarnya, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat diharapkan menjadi kegiatan berkesinambungan untuk membantu masyarakat dalam menangani permasalahan yang mereka hadapi.

Terlebih jika output dari kedua kegiatan tersebut jelas, manfaat dari penelitian tersebut dapat berefek langsung bagi masyarakat.

Adapun 57 dosen yang melakukan pengabdian masyarakat di Porsea yang terbagi dalam 19 kelompok itu mengambil kegiatan di antaranya; pelatihan kepada ibu-ibu Bhayangkari untuk meningkatkan pariwisata di Porsea, peningkatan pemanfaatan teknologi informasi bagi warga, pelatihan pemanfaatan teknologi komputer di Puskesmas, Pembuatan Website di Polsek Porsea, dan sejumlah seminar motivasi teknologi serta wirausaha berbasis IT.

Terpisah, Ketua Yayasan Pendidikan Royal Teladan Asahan Anda Putra Lubis SE MMA mengapresiasi bentuk tanggungjawab dosen yang sudah menuntaskan pengabdian masyarakatnya.

“Saya sangat mengapresiasi sekali dukungan dosen dan pimpinan yang ikut bergotong royong membangun image STMIK Royal sebagai salah satu kampus berbasis Teknologi Informasi terdepan di Sumatera Utara. Ini juga merupakan semangat dan tanggungjawab kita bersama untuk meningkatkan grade akreditasi menjadi A dua di tahun berikutnya. Insha Allah,” ujarnya. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button