Berita

Dokter Forensik Bilang Ini Penyebab Anak Yang Meninggal di Rumah Ibu Tiri

SIDIMPUAN, Fase Berita.ID – Misteri penyebab kematian J, bocah berusia 6 tahun mulai memperlihatkan titik terang. Ini setelah dr Reindhard Hutahaean yang menangani proses otopsi tubuh J di RS dr Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar, menyebut, kematian J berhubungan dengan racun.

Selengkapnya, ia menyarankan untuk bertanya kepada pihak kepolisian.

“Berhubungan dengan kematian J, saya hanya bisa katakan karena racun. Ada tiga jenis penyebab kematian, berhubungan dengan penyakit, kekerasan dan racun. Dipukul, disekap, dicekik dan tenggelam itu berhubungan dengan kekerasan. Kalau penyakit, ada HIV ada difteri dan lain sebagainya. Kalau ini penyebabnya racun,” terangnya kepada Metro Tabagsel yang dihubungi dari sambungan telepon selular, Senin (2/12) sore.

Begitu juga saat ditanya berkaitan dengan jenis racun, ia tidak berkenan menerangkannya. “Ya, termasuk itu (tidak berkenan menerangkan),” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah SH belum memberikan pernyataan dan jawaban dari pertanyaan yang dilemparkan, dari sambungan telepon dan aplikasi perpesanan.

Sebelumnya pada Rabu (27/10) lalu, Abdi menjelaskan bila hasil Labfor juga telah keluar. Namun ia belum menjelaskan secara detailnya.

“Belum keseluruhan, masih akan dituangkan ke hasil otopsi. Hasil otopsi belum,” katanya.

Sebelumnya, Kamis (10/10) sore lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, H membawa anaknya J ke rumah istri pertamanya, NW, di Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Dan, ia turut berada di sana sampai pukul 18.30 petang. Setelah itu pergi keluar ke gudang usahanya.

Namun pada jam 19.30 malam, H dihubungi dari rumah istri pertamanya itu, anaknya J sakit. Selanjutnya, H segera datang ke rumah istri pertamanya itu dan mendapat keterangan menyebut pada bagian tenggorokan J sakit.

Saat itu juga, H yang tercatat sebagai warga Padangsidimpuan Hutaimbaru itu membawa korban ke RS Metta Medika Padangsidimpuan.  Sayangnya, satu jam kemudian semenjak masuk pada pukul 20.00 WIB, J menghembuskan nafas terakhir.

Karena merasa tak ada masalah kesehatan anaknya selama ini, orangtua J, FN dan H curiga dengan meninggalnya anaknya tersebut. Mereka pun melaporkan hal itu ke Polres Kota Padangsidimpuan. Visum et repertum pun dilakukan di RSUD Kota Padangsidimpuan guna bahan penyelidikan. (san/fe)

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close