Berita

Divonis Sebulan Kasus Penganiayaan, Pelajar SMA Mohon Jangan Dipenjara

SIANTAR, FaseBerita.ID, (16) warga
Silakkidir Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun yang divonis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun atas kasus penganiayaan temannya, bermohon tidak ditahan di Lapas Kelas IIB Pematangsiantar.
MS yang masih berstatus salah satu pelajar di SMA Negeri Huta Bayu Raja berharap keringanan hukuman, karena yang bersangkutan masih ingin melanjutkan pendidikannya.
Kepada kru media ini, Selasa (30/7), MS mengaku sangat menyesal atas perbuatan yang dilakukannya pada tanggal 31 Desember 2018, enam bulan lalu itu. Dimana dirinya bersama tiga temannya menganiaya PG.

MS mengaku sangat menyesal atas perbuatannya itu dan berjanji mengulangnya lagi.
“Aku ingin sekolah seperti biasa nya aku harus kejar semua cita-cita ku,” katanya dengan mata berkaca.

Boy Siahaan yang mengaku sebagai abang MS mengatakan, adiknya telah mengakui kesalahannya, dan ia juga telah mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Simalungun, dengan putusan satu bulan di penjara dan di lakukan pemotongan masa tahanan di Polsek, dengan sisa empat belas hari lagi

Boy Siahaan juga mengatakan sangat menyayangkan putusan hakim yang memvonis hukuman untuk anak di bawah umur dan dalam posisi masih sekolah.
“Kami mohon keringanan. Jika adek saya ini diasukkan ke Lapas, otomatis dia tak bisa sekolah lagi, dan masa depannya akan suram,”katanya.
Boy berharap, Pengadilan Negeri Simalungun memberikan keringanan karena status adiknya sebagai pelajar.
“Sepengetahuan kami di Lapas itu hanya khusus dewasa, tidak ada Lapas anak. Kami mohon hukumannya diringankan,”katanya.
Menurut Boy, selain adiknya masih pelajar, kondisi ibu MS juga sedang tidak sehat karena masalah yang menimpa anaknya. Ibunya akhir-akhir ini mengalami depresi memikirkan nasib anaknya.(ck03)



Unefa

Pascasarjana
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker