Berita

Dituntut 8 Tahun Penjara, Sukran Tanjung Siapkan Pledoi

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan yang didakwakan terhadap mantan Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung digelar di PN Sibolga, Senin (5/8) lalu dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Syahrul Efendi Harahap dan Donni Doloksaribu menyebutkan tidak adanya ditemukan alasan yang memaafkan dan alasan pembenaran, maka terdakwa harus dihukum sesuai perbuatannya.

Selain itu, karena terdakwa dinyatakan bersalah maka dibebani untuk membayar biaya perkara. “Hal-hal yang memberatkan adalah terdakwa pernah terpidana, tidak mengakui perbuatannya dan terdakwa adalah mantan Bupati Tapanuli Tengah. Sementara hal meringankan tidak ditemukan,” kata Syahrul dalam tuntutannya.

Berdasarkan alasan tersebut, lanjut Syahrul, Sukran Jamilan Tanjung dinyatakan bersalah secara sah melanggar pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Oleh karena itu, Sukran dituntut pidana penjara 8 tahun denda Rp1 miliar Subsider 1 tahun kurungan penjara dan membebani biaya perkara kepada terdakwa Rp5.000,” ungkap JPU dalam surat tuntutannya.

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa Sukran Jamilan Tanjung melalui Penasehat Hukumnya meminta waktu selama 7 hari untuk melakukan upaya pledoi. Sidang akan kembali digelar pada tanggal 12 Agustus 2019.

Seperti diketahui, Sukran Jamilan Tanjung yang merupakan mantan Bupati Tapanuli Tengah sama dengan Raja bonaran Situmeang. Raja Bonaran Situmeang yang terjerat kasus dugaan penipuan CPNS dan pencucian uang, dituntut sama dengan tuntutan terhadap Sukran Jamilan Tanjung yakni pidana penjara 8 tahun denda 1 miliar subsider 1 tahun.

Namun akhirnya Majelis Hakim PN Sibolga memvonis Bonaran dengan pidana 5 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. (ztm)

iklan usi



Back to top button