Berita

Dituduh Penipu, 3 Pria Larikan HP Pelajar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Berbagai cara dilakukan pelaku tindak kejahatan agar bisa melakukan aksinya. Bahkan, korban kali ini seorang pelajar.

Adalah Reza (16), warga Kecamatan Siantar Barat, menjadi korban tindak kejahatan pencurian.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Singosari, depan bengkel sepedamotor atau samping puskesmas, Sabtu (25/1) malam sekira pukul 22.00 WIB. Dimana korban bersama rekannya Lutfi (16).

Awalnya korban bersama seorang rekannya mengendarai sepedamotor Beat warna Merah BK 4338 WAG. Tiba-tiba dihampiri tiga orang lelaki yang mengendarai RX King warna putih. Ciri-ciri pelaku rambut panjang, tinggi dan berkulit putih.

Kepada wartawan, Minggu (26/1) sekira pukul 11.00 WIB, Reza didampingi ibunya ditemui di rumah mereka mengatakan, awalnya ketiga pelaku sempat menuduh korban menipu adik pelaku di Blackmarket.

“Kami kan lagi malam mingguan, berdua sama kawan ku si Lutfi boncengan. Awalnya kami dari arah Jalan Sisimangaraja, terus masuk ke Jalan Bali Atas ke arah TPU Simpang Mayat. Sampai di depan bengkel samping Puskesmas Singosari, kami diikuti sama kreta RX King yang mereka bawa. Terus, mereka manggil dan mennyuruh kami berhenti,” ungkap Reza.

Karena korban tidak merasa punya masalah dengan ketiga pelaku, mereka akhirnya berhenti dan pelaku menghampirinya.

“Pertama kami sudah kencang, karena sadar diikuti sama orang yang tak kami kenal. Kawanku si Lutfi yang bilang “sudah berhenti aja kita. Kan kita nggak punya masalah sama orang itu”. Makanya saya pun berhenti,” terangnya.

Selanjutnya, pelaku berambut gondrong berbadan tinggi kulit putih menuduh mereka telah menipu adiknya soal beli Handphone di blackmarket.

“Sini ku cek dulu Hp kelen. Sewaktu mendekati kami, abang itu langsung marah-marah. Dibilang adiknya baru kena tipu di black market, makannya kami diminta memperlihatkan Hp Xiomi sama Vivo punya kami dua,” ujar korban.

Sehabis meminta Hp kedua milik korban, pelaku berambut gondrong meminta korban bernama Lutfi untuk dibawa dengan alasan, pelaku ingin menemui adiknya.

“Si Lutfi diminta abang itu mau dibawa untuk menjumpakan sama adiknya. Hp kami berdua juga disuruh dibawa sama abang itu. Sedangkan dua rekan abang itu jagain aku di depan bengkel. Waktu si Lutfi dibawa abang itu pergi, sempat lama juga kutungguin. Terus, setelah lama, dia balik sendirian. Saat kutanya dimana si Lutfi, dia bilang sudah diturunkan di Jalan Nagur dekat Sekolah Dasar (SD) Siak. Setelah itu, ketiga lelaki itu ninggalin aku sendirian. Mereka pergi ke arah Jalan Bali Bawah,” bebernya.

Sadar dirinya kena tipu, korban berusaha menemui rekannya Lutfi di seputaran Jalan Nagur. Beberapa menit kemudian, Lutfi berhasil ditemuinya.

“Kucari si Lutfi sampai ketemu. Begitu ketemu, dia mengaku kalau Hp kami berdua sudah dibawa pergi gitu saja sama pelaku. Kemudian, ditemani orang tua, kami membuat laporan ke Polsek Siantar Barat. Hanya saja, karena belum ada 1 x 24 jam, Polisi hanya menyuruh kami membuat laporan sementara,” terangnya.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp2 jutaan. “Kalau ditotalkan, adalah sekitar dua jutaan kerugian kami bang,” sebutnya.

Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya membenarkan laporan korban.

“Kejadian itu benar, cuma karena kejadian terjadi di wilayah Polsek Siantar Utara, jadi korban kami arahkan untuk membuat laporan di sana,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Siantar Utara AKP Lintas Pasaribu mengaku belum menerima laporan dari korban.

“Infonya memang benar, tapi sampai saat ini korban belum ada melapor ke kita,” ujarnya singkat. (Mag-03)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button