Berita

Dituduh Mencuri, Bocah 14 Tahun Dianiaya 5 Pria Dewasa

FaseBerita.ID – NP, remaja 14 tahun terlihat masih mengalami trauma meski kondisi fisiknya baik-baik saja. Beberapa hari yang lalu masih membekas dalam diingatannya saat berada seorang diri di rumah ia malam hari ditarik paksa oleh lima orang pemuda dewasa yang tenaga dan usianya jauh di atasnya.

Pasrah tak berdaya, bocah yatim itu hanya menangis meminta ampun terhadap tuduhan yang pengakuannya tak pernah dia lakukan.

“Dituduh curi hape, katanya hapenya lagi dicharge, cuma pas dilihatnya (pelaku) nggak ada lagi, dianggap orang itu si NP yang mengambilnya,” kata ayah korban, Aron Panjaitan, saat menceritakan peristiwa yang dialami anak lelakinya itu saat ditemui beberapa wartawan di rumahnya, Rabu (12/8) sore.

Dikatakan Aron, saat kejadian ia sedang bekerja dan tak berada di rumah. Kejadian yang terjadi pada Selasa (4/8) malam kemarin itu dilakukan lantaran korban dituduh mencuri sebuah handphone milik WM, pelajar SMA kelas XII, yang disebut sedang dicharge oleh pemiliknya di sebuah warnet tak jauh dari rumahnya.

Pelaku tanpa bukti yang kuat langsung menuduh korban sebagai orang yang mengambil handphone WM.

Alasannya, NP terlihat berada tidak jauh dari lokasi warnet tersebut. Saat itu, pelaku bersama beberapa kawannya langsung menginterogasi korban dan menyeretnya keluar rumah.

Korban yang bersikukuh tidak ada melakukan pencurian langsung dianiaya para pelaku, dengan cara menempelkan besi panas ke bagian leher belakang NP. Korban yang ketakutan langsung berlari masuk ke dalam rumah orang tuanya.

NP yang saat itu berada di rumah seorang diri, menjadi tambah ketakutan, karena tak lama kemudian para pelaku menggedor rumahnya. Berhasil masuk ke dalam rumah, kemudian para pria dewasa tadi kembali menyeretnya hingga dimasukkan ke dalam goni.

Saat kejadian ayah korban tengah berada di luar daerah, yang bekerja ikut orang memanen padi. Sedangkan ibunya telah meninggal saat korban masih kecil.

“Selasa malam, jam 12 malam pelaku gedor-gedor rumah, masuk ke rumah, congkel jendela. Orang itu sempat obrak-abrik isi rumah, tapi memang nggak ada ditemukan (handphone),” sebut Aron.

Merasa belum puas, NP lalu dimasukkan oleh para pelaku ke dalam sebuah karung, lalu dibawa hingga ke arah simpang rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter. Di lokasi itu, korban kembali diinterogasi dan disuruh untuk mengakui sebagai pencuri handphone yang hilang. Tak sampai di situ, korban dipukuli oleh para pelaku.

“Pas kejadian saya lagi kerja di Tapanuli (Samosir). Kalau anak saya ini nggak sekolah lagi, cuma kelas 2 SD sekolahnya,” ujarnya sembari mengatakan pihaknya melaporkan kejadian penganiayaan itu ke Mapolres Asahan. (Per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button