Berita

Dituduh Gelapkan Uang Nurhamdan: Saya akan Tuntut Balik

SIANTAR, FaseBerita.ID – Nurhamdan (42) warga Jalan Tekukur, Kelurahan Sipinggol-Pinggol, Kecamatan Siantar Barat, yang dilaporkan Arman Syahputra (31) atas kasus penggelapan uang puluhan juta rupiah membantah atas apa yang dituduhkan terhadap dirinya.

Nurhamdan malah mengancam balik akan menuntut Arman Syahputra, tokenya itu. Menurutnya, pernyataan Arman, warga Jalan Bola Kaki Gg Rukun, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat sepenuhnya tidak benar.

“Sebenarnya gininya itu. Awalnya sekira dua bulan lalu, Arman yang sebelumnya saling kenal dengan saya dan istri saya, mengajak kerjasama untuk join dalam menjalankan bisnis keluarganya. Yaitu usaha mie lidi Cap Mawar. Awalnya saya menolak. Tetapi karena kebetulan saat itu nggak ada job kerja, saya setujui aja,” beber Nurhamdan kepada wartawan, Sabtu (9/11/2019) lalu.

Begitu join, mereka kemudian memasarkan produk mi lidi tersebut ke toko-toko. “Di saat ada pembeli, disitulah saya langsung setor ke dia (Arman, red). Bahkan bersama bukti pembayaran (bon) saya kasihkan juga. Panjang cerita, terakhir pas aku jualan di Pangunguran, di sana ada satu toko memesan Mie Lidi 100 karton. Namun, karena mobilnya cuma muat 50 karton, saya terpaksa dua kali berangkat. Pada saat saya antar terakhir, kebetulan tokenya lagi di luar kota sedang ada acara keluarga. Selanjutnya, saya telfon lah tokenya toko. Lalu tokenya bilang sama saya, nanti saya transfer hari Senin,” ungkapnya.

“Soalnya lagi ada urusan ini, itu kata toke tokonya ke saya. Saya lanjut bilang ‘oke’. Seterusnya saya balik lah ke Siantar. Setiba di Siantar, saya jumpa sama si Arman toke saya sendiri, sembari menjelaskan hal yang sama. Terus Arman bilang harus sekarang itu dibayar. Ya saya mau bagaimanalah. Tokenya toko memang lagi di luar kota. Nggak mungkin aku bawa kesini lagi barang. Eh, malah si Amran marah-marah sama saya. Makanya dari situ, saya gak mau kerjasama lagi sama dia. Makanya aku gak takut, orang aku nggak salah kok,” sambungnya.

Nurhamdan mengatakan, pihaknya akan menunggu waktu yang tepat dan akan menjumpai keluarganya si Arman, selaku pemilik usaha mie tersebut. “Pokoknya Arman akan saya laporkan balik,” tegasnya.

Sebelumnya, Selasa (5/11/2019) Arman Syahputra mendatangi ruang SPKT Polres Pematangsiantar. Kedatangan Arman untuk membuat laporan, dengan menyebut bahwa dirinya telah ditipu oleh Nurhamdan yang berstatus sebagai supir truk di perusahaan miliknya.

Korban yang dipercaya mengelola usaha mie lidi Cap Mawar milik orangtuanya merekrut Nurhamdan sebagai karyawan. Dia diposisikan sebagai supir sekaligus menagih hasil penjualan ke toko-toko tempat barang diantar.

“Dia baru dua bulan bekerja sama saya. Selama ini tak ada masalah. Tapi belakangan, dia sudah mulai tak menyetor hasil penjualan barang. Makanya saya curiga,” kata Arman saat dihubungi emlalui telepon selulernya.

Sebelumnya, Nurhamdan selalu menyetor hasil penjualan kepada korban. “Kita ka pakai bon faktur. Jadi dia selalu menyerahkan bon faktur sekaligus uang yang suah dibayar pihak toko. Tapi belakangan, Nurhamdan tidak menyampaikan bon itu ke saya. Ini masih ada sekitar 20 toko lagi yang sudah menyetorkan ke Nurhamdan. Tapi uangnya tidak sampai ke saya,” bebernya.

Sejak masalah itu terkuak, Nurhamdan justru mengundurkan diri. “Saya tidak percaya. Makanya saya mendatangi langsung 20 toko langganan saya. Pihak toko justru mengatakan kalau mereka sudah membayarnya kepada Nurhamdan. Tetapi uangnya tidak disetor ke saya,” jelasnya lagi.

Menurutnya, uang yang digelapkan Nurhamdan mencapai puluhan juta. “Jumlah pastinya saya belum tahu. Tapi ada puluhan juta. Saya masih menyelidikinya ke toko-toko lain. Bahkan yang di Pangururan juga belum saya datangi. Ini saya mau ngecek ke sana,” sebutnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono saat dikonfirmasi belum mengetahui perihal laporan tersebut. “Biar saya cek dulu ya bang,” katanya. (Mag-03/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button