Berita

Dituduh Curi Tabung Gas Remaja Diikat di Tiang

FaseBerita.ID – Gara-gara dituduh mencuri tabung gas, seorang remaja berusia 17 tahun yang merupakan anak dari TPP, warga Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, diikat di tiang bersama dua temannya. Tak terima dengan perlakuan itu, TPP pun melaporkan oknum berinisial EH (29) yang mengikat anaknya. Kini, warga Jalan Ketapang, Kelurahan Simare-mare itu pun sudah diamankan polisi.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin menjelaskan, dalam keterangannya kepada penyidik, TPP mengaku mengetahui anaknya diikat dari seorang warga sekitar.

“Kejadiannya memang pada Sabtu (28/9) lalu, ketika pulang ke rumah, dia (TPP, red) menerima laporan dari seorang warga. Lihat dulu anakmu sudah dipukuli. Setelah mendengar laporan tersebut, dia dan istrinya kemudian pergi menuju tempat yang disampaikan warga tadi. Di sana dia melihat anaknya bersama dua temannya dalam keadaan berdiri serta tangan terikat satu dengan yang lain. Kemudian, dia membuka ikatan tersebut dan berupaya mencari EH. Karena tidak ditemukan, TPP kemudian melapor ke Polres. Kemudian EH kita amankan pada Selasa (3/12),” kata Sormin.

Sementara dari hasil pemeriksaan polisi terhadap EH, diketahui alasannya mengikat anak dari TPP ke sebuah tiang lantaran geram setelah mendapat informasi bahwa remaja anak dari TPP telah mencuri tabung gas miliknya. Tak hanya itu, warga sekitar juga telah banyak yang mengeluh maraknya pencurian di daerah tersebut. Dan mereka menduga kalau pelakunya adalah anak TPP dan teman-temannya.

“EH mendapat informasi dari masyarakat kalau anak dari TPP telah mencuri tabung gas. Saat EH berjalan di Gang Senggol, berpapasan dengan anak TPP dan temannya. Dia kemudian memanggilnya dan jongkok. Katanya, gara-gara kalian mencuri jadi rusak orang kampung ini. Kemudian EH mengikat tangan ketiganya menggunakan tali plastic pada tiang serta menutup kepala mereka menggunakan kantongan plastik warna hitam, serta memukul kepalanya menggunakan sendal dan menyiram tubuh mereka dengan air,” terangnya.

Atas perbuatannya EH ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 76C Jounto pasal 80 ayat 1, dari Undang undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button