Berita

Dituding Akibat Pembukaan Lahan Air Terjun Pandumaan Surut

TOBASA, FaseBerita.ID – Belakangan ini volume Air terjun Pandumaan  kebanggaan warga Desa Huta Dame, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) terus berkurang. Penyebanya diduga karena maraknya pembukaan lahan di daerah hulu sungai.

Sebagaimana diungkapkan warga setempat Norton Simanjuntak, kondisi itu mulai tampak setahun belakangan ini. Ternyata setelah dilakukan pengecekan bersama sejumlah warga, diketahui ada pembukaan ratusan hektar lahan di hulu sungai aliran Air Terjun Pandumaan.

“Kami sudah naik ke hulu sungai, ternyata ada aktifitas pembukaan lahan yang kami taksir ratusan hektar yang kemudian di tanami eucalyptus. Kemudian aktivitas penyadap getah pinus disertai penebangan,” katanya ketika diwawancarai, Senin (4/3).

Menurutnya kondisi itulah yang menyebabkan debit air di Air Terjun Pandumaan atau biasa disebut air Sampuran Tujuh Tingkat itu menurun drastis. Padahal pihaknya sebagai aparat pemerintah desa bersama masyarakat setempat berencana mengelola air terjun itu menjadi sebuah objek wisata andalan. Sebab, diyakini potensi tersebut sangat menjanjikan.

“Potensi objek wisata itu sudah lama kami lirik. Namun ada kendala dalam anggaran. Kemarin dalam Musrembang tingkat kecamatan, hal ini menjadi salah satu pengajuan prioritas dari desa kami. Mudah-mudahan dapat terealisasi,” ungkapnya.

Hal itu diakui M Simanjuntak (65) warga lainnya. Menurutnya, Air Terjun tujuh tingkat itu layak dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Tobasa. Mereka berharap agar ada perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Tobasa, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, juga dalam hal pelestarian lingkungan khususnya kawasan aliran sungai air terjun itu. (ft/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button