Berita

Ditemukan Setelah Dua Hari Menghilang, Jenazah Siswa SMP Dimakamkan Malam Hari

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Ade Arianto (15), siswa SMPN 10 akhirnya ditemukan setelah dua hari dinyatakan menghilang, Minggi malam (10/3) sekira pukul 21.00 WIB. Hanya saja, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal.

Sumarni (48), ibu korban menyesalkan masalah yang menimpa anaknya itu.

“Saya lagi masak, tiba-tiba ada anak-anak yang ngasih tau kalau anak saya tenggelam,” ujar ibu korban.

diceritakan, biasanya korban kalau mandi selalu memakai gayung.

“Dia ngak pandai berenang,” ujar wanita berkulit sawo matang itu seraya mengatakan kalau Ayah korban sudah meninggal tahun 2006 lalu.

Baca: Bocah 15 Tahun Hanyut

Pantauan wartawan, jenazah tersebut ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi jatuhnya korban. Padahal sebelumnya, hampir dua hari tim gabungan seperti Basarnas, BPBD, Instansi dari kepolisian, Lanal, Rapi, team gerak cepat pemuda Himpipsos, dan relawan masyarakat terus melakukan upaya pencarian.

Ipul, warga sekitar kepada wartawan mengatakan, awalnya ada warga yang melihat rambut mengambang di sekitar lokasi penemuan.

“Melihat ada rambut mengambang, saya bersama kawan-kawan langsung membawa korban sampai ke darat,” bebernya.

Selanjutnya korban dibawa ke rumah orangtuanya di Jalan M Abbas Lingkungan VII, Kampung Jawa, Kota Tanjungbalai. Malam itu juga jenazah korban langsung dimakamkan di Pemakaman Muslim Jalan Abadi.

Hal itu dibenarkan Kalaksa BPBD M Ridwan Parinduri. Diceritakan, Sabtu (9/3) pihaknya menerima informasi kalau ada warga yang hanyut di Sungai Bandar Jopang tepatnya di aliran sungai PDAM. Korban diduga hanyut saat sedang mandi-mandi bersama temannya.

Saat itu korban yang sedang mengambil air di sungai dengan menggunakan gayung, tiba-tiba terjatuh ke sungai. Awalnya teman yang bersama korban di lokasi menduga korban bisa berenang. Namun melihat korban meminta tolong, teman korban bersama warga yang berada di lokasi langsung berenang ketitik lokasi jatuhnya korban untuk melakukan pencarian. Namun tidak membuahkan hasil. Hal ini disebabkan saat kejadian kondisi sungai sedang pasang sehingga diduga korban terbawa arus sungai.

“Tim BPBD langsung menerjunkan dua unit perahu karet, satu unit ambulance dan 10 personel untuk membantu pencarian korban,” jelasnya.

Alhamdulillah. Pada pencarian hari kedua, malam harinya, jenazah korban berhasil ditemukan. Selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah orangtuanya di Kampung Jawa dan di rumah uwaknya di Jalan Abadi Kelurahan TB II Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai dengan menggunakan Ambulance BPBD Kota Tanjungbalai,” sebut Kalaksa BPBD M Ridwan Parinduri. (CK-04/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button