Berita

Ditabrak Penjambret, Pengendara Betor Itu Kritis

TAPTENG, FaseBerita.ID – Hendra, warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng) yang ditabrak penjambret Handphone (HP) pada Selasa (23/7/2019) lalu di Jalan Matseh Gelar Kesayangan (Kartini), Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, saat ini kondisinya kritis. Ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan.

Hal itu disampaikan Santi (37) adik dari Hendra, Rabu (24/7/2019). “Masih kritis dia (Hendra,red), parah lukanya. Sudah keluar hasil rontgennya semalam, di bagian kepala parah, dada sebelah kiri ada darah menggumpal,” ujar Yanti dengan raut wajah sedih.

Yanti juga menuturkan, bahwa hingga saat ini kondisi kesehatan abangnya itu (Hendra,red) belum sadarkan diri. “Sudah semakin parah dia (Hendra,red), sampai sekarang belum sadarkan diri,” katanya.

Sementara itu, lanjut Yanti, pelaku yang menabrak Hendra, yakni KRD Silitonga (28) warga Santeong Kampung Batak, Kelurahan Pancuran Gerobak, Sibolga Kota, yang sebelumnya satu ruangan dengan korban, telah keluar dari RSUD Pandan.

“Sudah keluar, sudah dibawa keluarganya semalam yang nabrak itu. Kayak enggak ada tanggung jawabnya, maunya kalau memang bertanggung jawab mereka, ya buatlah surat perjanjian, ini malah pergi saja,” ucapnya.

Tidak terima atas hal itu, Yanti menuturkan bahwa pihaknya akan membuat laporan ke Satlantas Polres Tapteng atas peristiwa yang menimpa abangnya itu yang kini sedang dirawat di ruang ICU RSUD Pandan.

“Ya kami mau buat laporanlah ini dulu, abang kami sudah parah ini, kemarin sudah mau dilaporkan, tapi diminta saksi, nggak tahu kami gimana kami ini, orang susahnya kami ini, tolonglah dibantu,” katanya.

Sementara, Juang Lubis (34) yang merupakan kerabat korban (Hendra,red) menuturkan bahwa setelah Hendra ditabrak oleh KRD pada Selasa (23/7) lalu, dia bersama dengan ibu Hendra yakni Rukiah (61) mendatangi Satlantas Polres Tapteng di Sibolga hendak membuat laporan. “Sudah ke Satlantas Tapteng kami, kemarin (23/7/2019,red), tapi diminta mereka (polisi,red) saksi. Kami mana taulah itu, kamikan nggak taulah itu, ya pulanglah kami. Tapi hari ini kami coba lagilah buat laporan lagi,” katanya.

Joni Anggara (25) yang merupakan adik dari Hendra (korban,red) menuturkan bahwa setelah ia ke lokasi ditabraknya Hendra tepatnya di depan SMP Negeri 2 Pandan, ada seorang pengemudi becak bermotor bersedia memberikan kesaksian. “Sudah ke situ aku tadi, ada di situ tukang becak yang sudah tua, mau dia jadi saksi, tapi nggak mau dia ke mana-mana, dimintanya biarlah polisi yang datang ke situ minta keterangannya, itulah katanya tadi,” tuturnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Tapteng AKP Sopian saat dicoba dikonfirmasi terkait hal itu, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menolak pengaduan. “Pada prinsipnya kita tidak pernah menolak pengaduan orang. Itupun akan saya cek, kalo bisa saya minta identitas korban, kapan kejadian dan di mana mengadu waktu itu, siapa petugas yang menerima aduan,” ucap Sopian. (dh)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button