Berita

Dirut PD Pasar Horas Jaya Bambang Wahyono: Perusahaan Sedang Defisit, Gaji Desember Segera Dibayar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Dirut PD Pasar Horas Jaya Siantar Bambang Wahyono akhirnya angkat bicara soal gaji pegawainya yang sudah tiga bulan belum dibayar.

Namun, Bambang menjanjikan akan membayar gaji pegawai dalam waktu dekat.

“Perusahaan sedang defisit. Makanya gaji karyawan sudah dua bulan belum dibayar. Tetapi, untuk gaji Desember akan segera kita bayarkan,” kata Bambang Wahyono usai mengikuti kegiatan di Universitas Nommensen Siantar, Rabu (11/12).

Disinggung tentang pendapatan dari kios dan parkir, Bambang mengakui ada peningkatan. Namun pendapatan lebih kecil dibanding pengeluaran.

“Pendapatan kita lebih kecil daripada pengeluaran. Kalau itu memang ada meningkat dari parkir dan lain-lain. Tapi belum bisa mengubah angka secara signifikan. Kita motivasi bekerja di tempat lain lagi,” katanya.

Bambang mengaku pengeluaran di PD PHJ lebih banyak habis untuk menggaji para pegawai. Sehingga, sudah melakukan motivasi kepada pegawai untuk mencari pekerjaan di luar sana. Katanya, sudah ada 27 dari 340 pegawai yang mengundurkan diri.

“Memang pembengkakan gaji pegawai sudah over. Saat saya masuk sudah ada 340 pegawai. Ada 27 keluar dengan baik-baik. Untuk menekan angka pengeluaran, saya tidak mengambil mobil dinas untuk memangkas pengeluaran operasional,” ujarnya seraya mengungkapkan untuk periode sebelumnya ada anggaran untuk mobil dinas direksi.

Saat disinggung tentang tudingan pungutan liar (pungli) yang diungkap pegawai PD PHJ di DPRD Siantar, Bambang mengatakan selama ia menjabat tidak ada membuka perekrutan.

Dia mengatakan pungli perektutan itu terjadi di periode pejabat sebelumnya.

“Saya gak ada pungli-pungli. Gak ada masuk pegawai. Sekarang kalau kita bicara yang lalu-lalu agak sulit,” terangnya.

Bambang juga mengatakan sudah melaporkan pegawai yang melarikan uang retribusi kios ke polisi.

“Kami juga sudah melaporkan beberapa penagih yang belum menyetor uang PD Pasar. Kalau seandainya itu dikembalikan bisa nambah. Angkanya mencapai Rp400 juta,” tutup nya. (Mag-04)



Unefa

Pascasarjana

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close