Berita

Diringkus Usai Cabuli Gadis 16 Tahun: Korban Sering Diajak Nginap di Hotel

FaseBerita.ID – Lagi-lagi, kasus pelecehan seksual terhadap anak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun. Hanya saja, kasusnya berbeda. Bila sebelumnya seorang kekek mencabuli cucunya sendiri, kali ini, seorang pria berusia 54 tahun mencabuli gadis belia berusia 16 tahun berinisial SBB.

Pelaku berinisial FHM warga Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun. Pelaku satu kampung dengan korban.

Informasi dihimpun, awalnya, pelaku dengan korban sempat menjalin hubungan (berpacaran, red). Bahkan, hubungan terlarang itu sempat berjalan hingga satu tahun.

Selama hubungan itu berjalan, pelaku yang sehari-harinya bertani itu sering mengajak korban ke salahsatu penginapan di Pematang Siantar. Di sanalah pelaku mencabuli korban.

Sebelumnya pelaku berkenalan dengan korban. Setelah saling kenal dan sering komunikasi, terakhir keduanya sepakat menjalin hubungan (pacaran, red).

Sejak menjalin hubungan, tak jarang pelaku sering mengajak korban jalan-jalan ke Siantar. Bahkan sering membawa korban menginap di hotel hingga keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri.

Hingga suatu hari, korban memberitahukan kepada orangtuanya atas apa yang dilakukan pelaku terhadapnya.

Pengakuan itu membuat orangtua korban shock, lalu melaporkan pelaku ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Unit Polres Siantar.

Atas laporan orang tua korban, Senin (24/2) lalu pelaku diringkus polisi dari kediamannya.

Sementara salahseorang warga Marga Sitorus yang mengaku keluarga pelaku mengatakan kalau keduanya benar menjalin hubungan.

“Memang pacar-pacaran orang itu, dan korban pun seringnya diberi uang sama JFM,” kata pria itu.

Korban sendiri sudah lama putus sekolah. Tidak diketahui apa alasannya berhenti sekolah.

Kapolres AKBP Budi Pardamean Saragih SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Rusdi Ahya, Selasa (25/2) membenarkan penahanan pelaku.

“Sudah ditahan dan berkas nya masih dilengkapi,” ujarnya. (Mag-03)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close