Berita

Dirampok di Batu Bara, Kaki Diikat, Mulut Dilakban: Dibuang di Perkebunan Karet Bridgestone

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Diduga jadi korban perampokan, Sahlan (51) warga Kabupaten Batu Bara, dibuang pelaku di areal perkebunan karet milik PT Bridgestone, di Nagori Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, dalam keadaan terikat dan mulut dilakban.

Sedangkan truk dan muatannya berupa ikan teri dan sotong raib dilarikan perampok.

Informasi dihimpun, Sahlan sempat berusaha minta pertolongan usai ditinggal di tengah perkebunan. Dengan keadaan kepala tertutup, tangan terikat, dan mulut dilakban, korban berusaha melepaskan diri.

Setelah berhasil melepaskan diri, korban mencari pertolongan dengan mencari orang di sekitar dirinya dibuang.

Setelah berjalan kurang lebih beberapa ratus meter, korban bertemu dengan pekerja perkebunan. Selanjutnya dibantu pekerja itu, korban diantarkan ke Pos Polisi Purba Sari di Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok yang diterima personel piket jaga dan membawanya ke Mapolsek Serbalawan untuk melaporkan kejadian itu.

Kapolsek Serbalawan melalui Kanit Reskrimnya Ipda Fritsel G Sitohang membenarkan adanya laporan diduga perampokan.

“Namun karena TKP awal kejadiannya di wilayah hukum Batu Bara, jadi korban akan diantarkan ke Polres Batu Bara,” kata Ipda Fritsel G Sitohang.

Sementara korban saat ditemui di Mapolsek Serbalawan menceritakan awal kejadian tersebut, Rabu (22/1) dinihari, ia bersama keneknya bernama Abdu, sedang memuat ikan teri dan sotong untuk dibawa ke Pasar Lima Marelan Medan.

Saat itu, ia memuat sotong dan ikan teri di sekitaran Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara dengan membawa muatan sekitar 2 ton.

Saat itu, Abdu meminta kepada Sahlan untuk singgah di rumahnya di Simpang Sono, Kabupaten Batubara, karena ingin mandi. 30 menit berselang, tiba-tiba dari pintu sebelah kanan truk BK 8740 L yang dibawanya diketuk oleh orang tak dikenal. Ia mencoba keluar dari pintu sebelah kiri, namun sama saja. Di antara beberapa orang itu, ternyata sudah menunggunya di pintu sebelahnya.

Begitu turun, ia langsung diancam dengan menggunakan pisau. Salah satu pelaku mengancam akan membunuh Sahlan. Kemudian Sahlan disekap dan dimasukan ke dalam mobil minibus warna putih. Di dalam mobil itu, Sahlah diikat dan matanya ditutup menggunakan handuk dan lakban.

Dari Batubara, Sahlan dibawa ke perkebunan karet PT Bridgestone. Tepat di Dolok Ulu, Sahlan diturunkan dan ditinggalkan pelaku. Selanjutnya Sahlan meminta bantuan pekerja perkebunan hingga akhirnya ia diantarkan ke Mapolsek Serbalawan. (Adi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button