Berita

Dinkes Stok Obat Kedaluwarsa Rp1 M, Ronald Saragih: Sudah Kita Musnahkan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pematangsiantar menyimpan stok obat-obatan yang ternyata sudah habis masa berlakunya atau kedaluwarsa (expired). Obat-obatan tersebut disimpan di gudang farmasi dan dicatatkan sebagai persediaan. Nilainya sangat besar, mencapai Rp1.359.025.408.

Hal itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran 2018.

Bahkan BPK menemukan, Dinkes tidak memisahkan penyimpanan obat kedaluwarsa dengan yang masih berlaku masa penggunaannya.

Masih di tahun anggaran 2018, diketahui Puskesmas dan Puskesmas Pembantu memeroleh bantuan/hibah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Ibu hamil dan balita dari Kementerian Kesehatan sebanyak satu kali.

Kemudian dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dua kali. BPK menemukan, tidak ada pencatatan atas mutasi masuk dan keluar barang dari kegiatan tersebut. Selain itu, saldo persediaan tidak dilaporkan karena tidak diketahui nilainya.

Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 71 Tahun 2010 tentang SAP lampiran 1.01 kerangka konseptual akutansi pemerintahan paragraf 37 yang menyatakan: informasi yang relevan, antara lain lengkap. Informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap mungkin, mencakup semua informasi akuntansi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan dengan memerhatikan kendala yang ada. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam LK diungkapkan dengan jelas, agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.

Kemudian tidak sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan BMD Pasal 318 ayat 1 dan 2.

BPK menilai, hal tersebut dapat mengakibatkan resiko penyalahgunaan persediaan. Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar pun dianggap belum optimal dalam melakukan pengawasan dan penatausahaan persediaan.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pematangsiantar dr Ronald Saragih saat ditemui, Rabu (21/8/2019) membenarkan adanya temuan BPK tersebut. Ronald mengatakan, semua temuan itu sudah diselesaikan.

“Kita sudah menyelesaikan temuan-temuan itu. Kalau belum selesaikan, kita sudah bolak-balik dipanggil,” ujarnya.

Ronald menambahkan, BPK memberikan batas waktu 60 hari untuk menyelesaikan temuan tersebut.

“Kalian harus tau, kalau ada temuan dari BPK kita dikasih waktu 60 hari harus menyelesaikannya dan mengembalikan seluruh kelebihannya. Dan obat-obatan kedaluwarsa tersebut sudah dimusnahkan. Inventori di ruang farmasi juga sesuai semua, tidak ada yang berbeda,” tegasnya sembari berlalu. (mag-04)

iklan usi



Back to top button