Berita

Dimulai Tahun 2020 RSU FL Tobing Sibolga Dibangun 5 Lantai

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Walikota HM Syarfi Hutauruk menegaskan, gedung baru Rumah Sakit Umum (RSU) dr Ferdinand Lumban Tobing Sibolga akan mulai dilakukan pembangunannya tahun 2020 mendatang.

“Di akhir-akhir tahun kepemimpinan saya selaku Walikota Sibolga, tahun 2020 mendatang kita akan memulai pembangunan RSU Sibolga ini. Direncanakan bangunan baru RSU ini sebanyak lima lantai,” tegas Syarfi saat memimpin apel pagi di RSU dr FL Tobing Sibolga, Rabu (9/10/2019).

Hadir dalam apel pagi tersebut, Sekda M Yusuf Batubara, Asisten I Josua Hutapea, Kepala BKD Amarullah Gultom, Plt Kadis Kesehatan Firmansyah Hulu, Kasat Pol PP dan Damkar Singkat Sijabat, Plt Direktur RSU FL Tobinga dr Donna Pandiangan, Kabag Umum Rahmat Tarihoran, Kabag Tapem Agus Saleh, Kabid IKP Dinas Kominfo Denni Aprilsyah Lubis, para Kepala Puskesmas, para dokter, bidan, perawat dan seluruh pegawai RSU dr FL Tobing Sibolga.

Menurut Syarfi, sumber anggaran pembangunan RS tersebut yang semula diharapkan dari bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kini bersumber dari dana intensif Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang angkanya mendekati Rp50 miliar.

“Pasalnya dana hibah yang pernah ditampung di APBD Provsu sebesar Rp20 miliar sudah gagal total. Saya sangat kecewa dengan hal itu dan kita tidak tahu dimana letak kesalahannya. Uangnya sudah ada, tapi tendernya gagal,” ujar Syarfi.

Saat itu, sambungnya, Pemko Sibolga pun sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan anggaran itu kembali selama dua tahun berturut-turut, namun Pemprovsu tidak merealisasikannya. “Tetapi Tuhan tidak tidur. Alhamdulillah, tahun 2019 ini kita berhasil mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dan atas capaian itu kita mendapat dana insentif hampir Rp50 miliar,” pungkasnya.

Syarfi menegaskan, dana itulah nantinya yang akan dipergunakan untuk memulai pembangunan rumah sakit dr FL Tobing Sibolga. “Seiring dengan itu, seluruh stakeholder RSU dr FL Tobing Sibolga harus mulai berbenah dan mengubah paradigma yang selama ini cenderung negatif,” imbuh Syarfi.

Syarfi mengajak seluruh tenaga kesehatan, mulai dari unsur pimpinan, dokter, perawat hingga petugas kebersihan untuk berubah khususnya dalam hal pelayanan pasien. “Senyum, sapa dan sopan santun terhadap pasien harus menjadi prioritas utama. Karena pasien dan keluarganya ibarat nasabah di bank yang harus mendapat pelayanan dengan baik,” pungkasnya.

Dia juga berharap, semua pihak terkait bekerja secara profesional, melayani pasien dengan baik, menyapa pasien dan keluarganya dengan sopan, serta menebarkan senyuman yang ramah. “Jangan nanti, secara fisik rumah sakit ini sudah megah dan cantik tetapi pelayanannya justru sebaliknya,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Syarfi juga meminta manajemen RSU FL Tobing memperhatikan kinerja tenaga medis yang tidak patuh pada peraturan, melanggar disiplin kerja atau indisipliner. “Bagi pegawai yang seperti ini agar diberi pembinaan yang tegas. Bila tidak ada perubahan sikap dan perilaku, maka dapat diusulkan untuk diberhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

Sebab, sambung Syarfi, RSU dr FL Tobing adalah rumah sakit pemerintah, dan tidak bisa monopoli lagi. “Dari segi tenaga medis dan fasilitas kesehatan kita yang terbaik, tetapi kadang kita tertinggal dari rumah sakit swasta. Jadi, tingkatkan prestasi kerja, jangan nanti kita ditinggalkan para pasien. Jika itu sampai terjadi maka yang rugi tentu bapak dan ibu sendiri, karena kehilangan pekerjaan,” tandasnya lantas menambahkan, niat dan cita-citanya yakni agar RSU FL Tobing Sibolga harus berbenah dan berkelas serta tetap menjadi rujukan di kawasan Pantai Barat. (rb)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button