Berita

Dilaporkan Material Dicuri, Tim Teknis akan Periksa Kondisi Jembatan Bally

KISARAN, FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan tengah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menurunkan tim yang bakal menguji kelayakan dan kondisi jembatan bally di Kisaran Timur yang menghubungkan antara Kelurahan Sentang dan Mutiara itu setelah mendapatkan laporan beberapa besi pengikat material jembatan di curi oknum tak bertanggungjawab.

Hal itu diungkapkan Kadis Kominfo Kab Asahan Rahmat Hidayat Siregar, saat dihubungi wartawan, Senin (20/1).

Menurutnya laporan ini menjadi atensi dari Pemerintah Kabupaten Asahan mengingat fungsi jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat. Selama puluhan tahun sebelum jembatan dibangun masyarakat mengandalkan transportasi penyebrangan rakit, jika tidak ingin memutar dari Jalan Lintas Sumatera yang jaraknya lebih jauh.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan menurunkan tim teknis dari PUPR untuk memeriksa jembatan bally itu, bila perlu perbaikan tentunya akan kita perbaiki secepat mungkin,” jelas Hidayat kepada wartawan.

Selain itu telah diimbau Camat, Lurah dan Kepling yang segera akan berkoordinasi supaya memantau jembatan bally guna mencegah pencurian material oleh orang tidak bertanggungjawab. Karena jembatan itu dibangun untuk mempermudah akses jalan, sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemacatan di Jalinsum.

Apalagi yang banyak menggunakan jembatan itu anak sekolah, karena lebih aman dibanding jika harus memanfaatkan Jalinsum yang  kepadatan lalu lintasnya sudah bisa diprediksi.

”Kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat supaya sama-sama mencegah aksi pencurian material jembatan,” jelas Hidayat.

Pencurian material seperti rangka baja untuk pengikat bagian atas jembatan, diduga sudah beberapa kali terjadi. Hal ini, menimbulkan kekhawatiran berkurangnya kekuatan jembatan yang membentang di atas aliran sungai Silau tersebut. Padahal jembatan ini baru digunakan dua tahun setelah diresmikan pemakaiannya pada tahun 2018 dengan memakan anggaran RP 7,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan.

Kurang kesadarannya masyarakat untuk menjaga dan merawat faslitas publik ini mendapat perhatian dari warga yang sehari hari mengandalkan jembatan sebagai akses perjalanan mereka. Seperti yang dilakukan oleh Supardi warga Mutiara yang setiap hari mengantarkan anaknya ke sekolah salah satu pesantren di Kelurahan Sentang.

“Keterlaluan itu, kalau ada orang yang tega cari keuntungan mencuri besi di jembatan ini tapi dia mengorbankan kepentingan orang banyak. Harus diusut, siapa pelakunya agar tak terus terusan terjadi. Karena setau saya ini sudah berulang kali dengar cerita (pencurian) disini,” ujarnya. (per)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close