Berita

Diklat Banser Kota Pematangsiantar Patuhi Protokol Kesehatan

Asner-Susanti: NKRI Harga Mati!

FaseBerita.ID – Sebanyak 33 pemuda dan pemudi dari sejumlah kelurahan di Kota Pematangsiantar, mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser, yang digelar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Siantar Sitalasari.

Kegiatan ini berlangsung di UPT Dinas Sosial Kota Pematangsiantar, Jalan Sisingamangaraja, selama tiga hari; Jumat (23/10) sampai Minggu (25/10).

Ketua PAC GP Ansor Siantar Sitalasari, Reinaldi Purba, meyampaikan bahwa Diklatsar Banser diikuti 33 peserta berasal dari beberapa kelurahan.

“Kita sudah koordinasi dengan Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Utara dan Polres Pematangsiantar. Untuk kegiatan Diklatsar Banser ini Bapak Kapolres mengimbau peserta dibatasi 30 sampai 40 peserta saja untuk menerapkan disiplin Protokol Kesehatan” tandas Reinaldi.

Kegiatan Diklatsar Baner dibuka Jumat (23/10) pagi. Pembukaan dihadiri oleh PCNU Kota Pematangsiantar beserta Badan Otonomnya, perwakilan Pemkot Pematangsiantar, perwakilan Polres Pematangsiantar, PW GP Ansor Sumatera Utara tampak hadir Ficki Padli Pardede, Arjuna, Rajukli Prawira dan Roy Hasibuan.

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar, Ridwan Akbar Pulungan mengapresiasi kepada PAC Siantar Sitalasari, walau dalam masa pandemik masih bisa melaksanakan kegiatan, terkhusus kepada panitia pelaksana yang diketuai oleh Andira Pradana.

“Terima kasih kepada sahabat-sahabat GP Ansor dan Banser atas pelaksanaan Diklatsar Banser. Semoga dapat melahirkan kader-kader yang handal. Mari dalam kegiatan ini kita tetap menjalankan Protokol Kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ucap Akbar.

Tokoh Masyarakat Ir Asner Silalahi MT yang didaulat menyampaikan kata-kata sambutan menyebut, secara pribadi merasa terhormat bisa hadir di pembukaan Diklatsar Banser. “Semoga melalui kegiatan ini bisa menangkal radikalisme dan intoleransi. Banser sungguh luar biasa dalam menjaga NKRI. Saya harap kader-kader Banser bisa mengisi pembangunan di Indonesia, khususnya Pematangsiantar,” sebut Asner.

“NKRI di bawah NU adalah harga mati. Terima kasih diberi kepercayaan mengisi sambutan. Horas..,” tutup Asner.
Praktisi kesehatan dokter Susanti Dewayani SpA dalam sambutannya, bercerita singkat tentang pemuda dalam dunia perkuliahan. “Ada empat tipe mahasiswa yang sedang duduk di bangku kuliah. Pertama, tipe kupu-kupu; kuliah puliang, kuliah pulang. Kedua, tipe kura-kura; kuliah rapat, kuliah rapat. Ketiga, tipe kuda-kuda; kuliah dagang, kuliah dagang. Terakhir, kunang-kunang; kuliah nangkring, kuliah nangkring,” sebut dr Susanti dengan suara lembutnya dan langsung disambut tawa hadirin yang datang.

Susanti menambahkan, jenis mahasiswa yang mana pun itu, kalau ada di Gerakan Pemuda Ansor sudah berada di jalan yang benar. Di mana, wadah untuk berbuat ke masyarakat sudah terbuka lebar. “Fungsi pemuda bisa dilakukan dimulai dari di lingkungan terdekat. Apa yang bisa kita lakukan? Apa yang dibutuhkan masyarakat? Pemuda diharapkan bisa membantu menampung aspirasi masyarakat, sekaligus menjadi agen perubahan. Sekali lagi, selamat atas Diklatsar ini,” pungkas dr Susanti.

Usai penyampaian kata-kata sambutan, Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani, sebagai warga kehormatan Nahdlatul Ulama (NU)/Ansor dipakaikan jaket Banser dan foto bersama dengan tamu dan undangan lainnya. (ann)

iklan usi



Back to top button