Berita

Dikira Sampah, Ternyata Mayat Pria di Sungai Batang Angkola

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Sungai Batang Angkola, tepatnya di tempat pengambilan pasir di Jalan Sutan Malayu, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (8/2) sore.

Mulanya, penambang pasir di lokasi itu masing-masing Rosul Siregar (40), Tomi Harianto (35), Tumrin (58) dan Sadi (60) melakukan penambangan pasir di batang sungai itu. Mereka melihat tubuh itu dan menganggap yang terapung tersebut adalah sampah.

Kemudian keempat orang itu terus melanjutkan pekerjaan mengambil pasir, hingga pada saat air sungai surut, yang mereka lihat ternyata adalah tubuh manusia, tak bernyawa. Terapung dan terlentang dengan pakaian lengkap.

Kemudian para saksi pun menghubungi pihak kepala desa memberitahukan hal tersebut. Kepala Desa lalu menghubungi petugas kepolisian mengabarkan penemuan mayat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah pun dibawa ke rumah duka. Tidak ada kekerasan, dari keluarga korban katanya beberapa waktu itu depresi,” kata Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah, Minggu (9/2).

Pemilik tubuh itu diketahui sebagai Ahmad Soba Harahap (23), warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Dan dalam beberapa waktu terakhir depresi tanpa alasan yang jelas, juga sempat dikurung di rumah.

“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, bahwa selama ini korban tinggal bersama neneknya di Padangmatinggi. Sejak dua hari belakangan ini korban menderita sakit, seperti menjadi orang yang kehilangan pikiran, mengalami depresi,” kata AKP Abdi Abdullah.

AKP Abdi Abdullah mengatakan, Sabtu (8/2) sehabis subuh, korban pergi keluar rumah. Sekitar pukul 06.30WIB, pihak keluarga korban menemukannya sedang berjalan-jalan di depan Akper Matorkis. Selanjutnya, pihak keluarga pun membawa korban pulang ke rumah neneknya.

“Saat itu, neneknya mengunci pintu rumah dengan maksud agar korban tidak keluar rumah lagi. Sekira pukul 10.00 WIB, pada saat sedang makan, korban membuka pintu dan pergi keluar rumah. Neneknya berusaha untuk memanggil korban untuk kembali pulang, namun korban terus pergi,” ucapnya menjelaskan bila polisi telah menyerahkan jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button