Berita

Dikejar-kejar Polisi, Jatuh dan Membentur Batu, Pelaku Judi Tewas

PALAS, FaseBerita.ID – Warga Unterudang Kecamatan Barumun Tengah (Barteng) bermediasi dengan kepolisian, Rabu (14/10) di Kantor Camat Barteng. Mediasi ini merupakan buntut penyerangan warga terkait meninggalnya salah seorang warga Unterudang saat penggerebekan judi, Selasa (13/10) malam.

Hadir Camat Barumun Tengah Syamsuddin Rangkuti, Waka Polres Kompol JW Sijabat, dan Kompol Aswin Noor serta PJU lainnya dari Polres Palas, Danramil 10 Binanga Kapt Inf Absoru diwakili Pelda Gusti Harahap, ketua MUI Barteng H Fahri Harahap, Kades Unterudang Ali Amran Hasibuan dan puluhan warga Unterudang.

Mediasi membahas kronologi penggerebekan hingga meninggalnya MH (40) warga Unterudang. Keberatan warga atas penangkapan ini jadi tuntutan mutlak, yang sampai menelan korban jiwa.

Warga juga meminta agar peristiwa ini diproses tuntas. Sebab, menurut warga penangkapan judi online oleh tiga petugas Polsek Barteng tersebut, tidak sesuai prosedur (SOP) kepolisian.

“Seperti yang disampaikan warga kami, tentunya kami berharap ini diproses,” kata Kepala Desa Unterudang Ali Amran Hasibuan menengarahi penyampaian beberapa warga yang turut hadir dalam mediasi, dan menceritakan kronologi yang disaksikan sejumlah warga tersebut.

Selain itu, pihak keluarga juga meminta adanya tanggung jawab moril dan materil terhadap keluarga yang ditinggalkan Almarhum MH. Sepeninggalannya, ada tiga anak dan istri yang ditinggalkan.

“Kami mau menanyakan apa tanggung jawab kepolisian terhadap tiga anak almarhum ini,” tukas H Ismail Hasibuan, selaku orang tua Almarhum.

Kasat Reskrim Ipda Aman B putra menjelaskan dalam mediasi itu, kasus ini sudah ditindaklanjuti. Dan juga melibatkan Propam kepolisian, apakah ada unsur kelalalaian bertugas nantinya. “Kami terbuka dalam penyelidikan ini, saat ini sedang dalam penyelidikan,” kata Ipda Aman.

Sementara Kabag Ops Kompol Aswin Noor berharap, permintaan keluarga ini akan dibicarakan secara kekeluargaan. “Berhubung kita masih dalam suasana duka, apa yang menjadi permintaan keluarga ini, baiknya nanti dibicarakan secara kekeluargaan,” sebut Kompol Aswin.

Amatan Metro Tabagsel (grup media ini), mediasi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB itu berlangsung damai.

Ini Kronologi Penggerebekan

Kejadian ini berawal dari penangkapan terhadap I dan MH, yang diduga melakukan perjudian, Selasa (13/10). Saat ditangkap, MH sempat melarikan diri.

Diduga karena ketakutan, MH lari dari tangkapan petugas sampai ke Sungai Barumun. Dan terjatuh membentur batu. Sempat dibawa ke Puskesmas Unterudang. Namun nyawanya tidak tertolong.

Luka korban, pecah di kepala bagian belakang, dan luka robek di pelipis kiri dan kanan. Mengetahui kejadian itu, warga beramai-ramai mendatangi Mapolsek Barteng sekira pukul 20.45 WIB. Kedatangan warga bercampur amarah ini, untuk menanyakan motif kematian korban meninggal dunia akibat pengejaran Anggota Reskrim Polsek Barteng terhadap korban MH.

Hingga malam itu disepakati melakukan mediasi warga bersama kepolisian di kantor camat Barteng. Dan akhirnya, emosi warga yang mendatangi Mapolsek Barteng teredam. Dan tidak melakukan tindakan anarkis. (tan/fi)





Back to top button