Berita

Dihapus dari Anggota Program Keluarga Harapan, Keempat Anak Ini Terancam Putus Sekolah

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Pasca meninggalnya istri tercinta, keluarga Carles Tindaon (40) warga Dusun Pamatang Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, dihapus dari kepesertaan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Penghapusan ini membuat keluarga resah. Bahkan keempat anak Carles yang kini duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) terancam putus sekolah karena ketiadaan ekonomi.

Untuk diketahui, selama ini bahkan semasa istri Carles hidup, mereka tinggal di rumah berlantai tanah dan berdinding tepas. Selama ini mereka merupakan salahsatu peserta penerima bantuan Program Keluarga Harapan.

Carles Tindaon didampingi LSM Lipen Simajuntak kepada wartawan menceritakan, sejak istrinya meninggal tahun lalu mereka tidak pernah lagi menerima bantuan PKH.

“Sudah empat kali saya tidak mendapat bantuan PKH. Sejak istri saya meninggal, perekonomian kami makin terpuruk. Kami dihapus dari kepesertaan PKH. Dalam data anggota PKH, emmang nama istriku yang tercantum. Saya pernah ditolak bank karena nama istri saya tidak ada lagi. Saya tidak tau bagaimana lagi membiayai keempat anak saya ini. Mereka duduk di bangku Sekolah Dasar. Sementara pekerjaan saya hanya sebagai buruh tani,” kata Carles dengan wajah sendu.

Ketika masalah ini dikonfirmasi kepada salahsatu pendamping PKH Merynta Hutabarat membenarkan bahwa penerima PKH tidak boleh yang sudah meninggal.

“Benar pak. Nama yang sudah meninggal secara otomatis dihapus dari data PKH,” katanya via telepon selulernya Kamis (11/7/2019).

“Mengenai masalah ini Pangulu harus berperan. Pangulu atau aparat desa diharapkan membantu agar mendampingi bapak ini ke Dinas Sosial Kabupaten Simalungun,” pungkasnya.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan bersyarat kepada keluarga pra sejahtera untuk mendorong kemandirian, mengurangi kemiskinan, serta mendorong peningkatan produktivitas penerima bermanfaat.

Komponen PKH terdiri dari pendidikan dan kesehatan untuk keluarga sangat miskin. Diharapkan dengan adanya peningkatan akses PKH terhadap pendidikan dan kesehatana akan memutus mata rantai kemiskinan yang telah terjadi turun temurun. (tom/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close