Berita

Dihalangi Liput Pelantikan Pejabat Puluhan Wartawan Demo

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Berawal dari dihalanginya peliputan acara pelantikan puluhan pejabat eselon III dan IV di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai, Selasa (7/1), puluhan wartawan menggelar demo, Rabu (8/1).

Puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, online maupun elektronik melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Walikota Tanjungbalai, Rabu (8/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi kebersamaan diwarnai dengan membuang bingkai penghargaan wartawan yang diberikan Pemerintah Kota Tanjungbalai pada hari jadi Kota Tanjungbalai serta meletakkan identitas dari berbagai wartawan.

Dalam orasinya salah seorang wartawan mengaku, bahwa jurnalis melakukan peliputan sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang pers, sehingga tidak ada alasan untuk melarang atau menghambat tugas insan pers yang berada di Kota Tanjungbalai, apalagi peliputan tersebut terkait mutasi di lingkungan Pemko Tanjungbalai.

“Kita akan baikot pemberitaan Pemko Tanjungbalai. Ada apa, kok wartawan yang meliput berita mutasi/ pengangkatan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai dilarang meliput. Kita menduga ada sesuatu yang janggal terkait mutasi tersebut,” jelasnya.

Untuk itu kita meminta Walikota Tanjungbalai untuk datang menjumpai para insan pers yang melakukan unjuk rasa damai. Setelah beberapa waktu berunjukrasa, Sekdakot Tanjungbalai Yusmada Siahaan menemui wartawan dan setelah dihadirkan seorang tenaga honorer bernama Fahri, akhirnya meminta maaf kepada wartawan karena kesilapan atau telah mengambil kebijakan sendiri dengan melarang wartawan melakukan peliputan.

Dari hasil pertemuan di ruang sekdakot, Yusmada mengaku, tidak ada menyuruh tenaga honorer tersebut untuk menghalangi wartawan melakukan peliputan, jelasnya.

Yusmada mengaku, atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai memohon maaf kepada seluruh wartawan khususnya bertugas di Kota Tanjungbalai melakukan penyebarluasan informasi pemerintah.

Disinggung terkait proposal hari jadi Kota Tanjungbalai yang beredar, kita sudah perintahkan agar proposal ditarik, karena penerimaan proposal tersebut tidak sesuai yang diharapkan dan persoalan tersebut akan dilaporkan kepada walikota untuk ditindak lanjuti.

“Anggota Disporapar, ada melakukan pengutipan proposal untuk hari jadi kota Tanjungbalai, namun yang sangat kita sayangkan kenapa dua ratus ribu pun diterima oleh mereka (Disporapar Kota Tanjungbalai-red),” ungkapnya.

Setelah mendengar apa yang disampaikan, Sekdakot Tanjungbalai Yusmada, para wartawan akhirnya membubarkan diri. (ck04/rah)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker