Berita

Digigit Anjing Wajib Vaksin Rabies: Virus Bisa Bertahan hingga 2 Tahun

FaseBerita.ID – Masta Ikrar Oktavia Sirait, korban meninggal setelah digigit anjing peliharaan, diharapkan menjadi korban terakhir akibat ganasnya virus rabies.

Setiap korban yang digigit anjing diharapkan langsung divaksin anti rabies.

Lasmaria Boru Siahaan, selaku Pengelola Program Rabies di Dinas Kesehatan Kota Siantar, Rabu (8/5) mengatakan, Masta Ikrar Oktavia Sirait  yang meninggal akibat digigit anjing peliharaannya tidak melapor ke Puskesmas terdekat setelah digigit anjinya. Sehingga pihak Puskesmas, tidak melakukan penanganan semestinya dengan cepat.

“Kami sudah cek ke Puskesmas, tidak ada Masta membuat laporan atau berobat soal dia digigit anjing. Kita prihatin dengan adanya peristiwa ini,” kata Lasmaria Siahaan.

Disebutkan Lasmaria, pihaknya sudah langsung ke rumah duka untuk meminta keterangan yang lebih jelas guna mencari tahu siapa saja yang digigit anjing di rumah korban.

Dari keterangan keluarga, selain Masta ada juga dua orang yang telah digigit anjing dan keduanya langsung disuntik anti rabies. Kemudian 4 orang yang sudah bersentuhan dengan korban juga sudah disuntik.

“Jadi kita langsung melakukan penanganan supaya tidak ada lagi korban berikutnya,” katanya.

Lasmaria berharap kepada masyarakat supaya cepat tanggap bila terkena gigitan anjing. Caranya dengan terlebih dulu membersihkan bekas gigitan dengan sabun. Kemudian langsung melapor ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan penanganan medis.

Bagi yang memiliki hewan peliharaan anjing juga diminta agar dilakukan vaksin dari Dinas Peternakan.
Dengan pemberian vaksin maka anjing peliharaan akan terjamin kesehatannya.

Selama tahun 2018, jumlah kasus gigitan anjing yang masuk ke Dinas Kesehatan sebanyak 237 kasus. Sedangkan korban rabies tidak ada sama sekali.

Lasmaria menerangkan, penyebaran virus rabies di tubuh manusia tergantung daya tahan tubuh seseorang. Artinya tidak ada patokan waktu, kapan penyebaran virus di tubuh setelah terinveksi.

“Bisa satu minggu, dua minggu bahkan bisa berbulan-bulan baru menyebar sampai ke saraf otak,” katanya.

“Kita dari pemerintah senantiasa memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk mengedukasi tentang pencegahan dan penanganan terkait anjing terjangkit rabies,” ujarnya.

Para pembaca berita di media online faseberita.id turut mengomentari perihal kejadian ini.

Seperti yang disampaikan pemilik akun Lynmar Mpg Marpaung. Ia meminta agar para pemilik hewan khususnya di Parluasan Siantar sekitarnya agar hewan tersebut divaksinasi. Bukankah mencegah lebih baik….

Hal yang sama disampaikan Sriyanti Bell.

“Vaksin sangat penting untuk kebaikan anjing dan juga untuk kebaikan pemiliknya. Semoga semua pemilik anjing bisa mengerti betapa pentingnya Vaksin seperti anak-anak memerlukan imunisasi,” tulisnya dalam kolom komentar.

Sebagaimana diketahui, Masta Sirait warga Jalan Rela, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara diketahui meninggal pada Senin (6/5) di RS Colombia Medan. Masta meninggal setelah terkena gigitan anjing peliharaannya pada 11 April lalu.

Jenazah Masta dikebumikan Rabu (8/5) sore. (mag04/pra)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker