Berita

Diduga Trauma Setelah Dicabuli Oknum Guru, Murid SD Takut Masuk Sekolah

TAPTENG, FaseBerita.ID – Oknum guru di salah satu SD negeri di Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah (Tapteng), diduga mencabuli sejumlah murid perempuan. Disebut-sebut, 20 murid perempuan telah menjadi korban aksi pelecehan seksual yang dilakukan oknum berinisial J ini.

Aksi J mulai terkuak saat orangtua murid merasa heran anak-anaknya tidak mau masuk sekolah. Setelah diselidiki, ketakutan murid perempuan ini masuk sekolah dikarenakan trauma oleh aksi J yang sering memperlakukan mereka dengan tidak senonoh, yakni menciumi dan memegang bagian tubuh sensitif para korban. Hal itu juga sesuai pengakuan para murid kepada orangtuanya.

Tidak terima dengan ulah oknum guru bidang studi matematika tersebut, para orangtua siswa dengan didampingi Ketua Umum LSM Peduli Pengembangan Pembangunan Pantai Barat Sumut (P4BSU), Jamil Zeb Tumori SH MAP melaporkan dugaan tindak pidana pelecehan tersebut ke Polres Tapanuli Tengah, Sabtu (28/9) sekira pukul 11.00 WIB.

Jamil Zeb Tumori yang dikonfirmasi di Mapolres Tapteng menyebutkan, aksi cabul yang diduga dilakukan oknum guru matematika itu terjadi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Namun tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di luar area sekolah. J melakukan pelecehan terhadap siswa kelas II dan kelas IV.

Pria yang juga merupakan unsur Pimpinan DPRD Kota Sibolga ini menuturkan, kelakuan bejat yang dilakukan J telah membuat para pelajar trauma dan takut untuk pergi ke sekolah. Oleh karena itu, ia meminta Polres Tapanuli Tengah secepatnya mengungkap kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, melalui Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar membenarkan adanya laporan sejumlah orangtua murid tentang dugaan tindak pidana pelecehan seksual. “Benar, ada laporan pengaduan sejumlah orangtua murid mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan salah seorang guru, kasus ini masih tahap laporan,” sebut Rensa melalui pesan aplikasi WhatsApp, Sabtu (28/9). (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button