Berita

Diduga Tidak Miliki IMB, Pabrik Plastik di Jalan Pattimura Siantar Didemo

SIANTAR, FaseBerita.ID– Puluhan masyarakat didampingi LSM Tipikor Siantar-Simalungun melakukan unjuk rasa di Pabrik Plastik milik TST di Jalan Pattimura tepatnya Simpang Jalan Pitola, Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (10/10).

Koordinator Aksi Arif Harahap mengungkapkan, sejak awal bangunan di lokasi itu tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bahkan, kata Arif, Satpol PP Siantar telah menyurati pemilik bangunan untuk mengurus IMB agar pembangunan bisa dilanjutkan. Sesuai investigasi mereka, IMB ternyata tidak sesuai.

“Ketidaksesuaian itu diduga dalam hal Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), bangunan di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan IMB peruntukan gudang yang dijadikan usaha industri pengolahan plastik,” kata Arif.

Kemudian Pemko melalui Satpol PP melayangkan surat teguran ke-III pada tanggal 23 Juni lalu sekaligus pembongkaran bangunan.

“Sampai saat ini pemilik bangunan tidak juga menghiraukan teguran, bahkan pabrik tersebut sebelumnya dinyatakan gudang dibuat pabrik plastik. Dengan begitu, usaha tersebut adalah usaha ilegal,” teriak massa.

Massa juga meminta kepada pengusaha agar menghentikan semua aktivitas di dalam, karena diduga tidak memiliki Izin Usaha Industri. Dan, pengusaha TST diminta untuk membongkar bangunan tersebut karena dibangun di aliran DAS.

Pantauan wartawan, meski massa sudah berjam-jam di lokasi, namun pemilik usaha tersebut tak kunjung menemui massa hingga akhirnya warga dan DPC Tipikor membubarkan diri.

Sementara personel polisi dari Polres Siantar sudah berjaga-jaga sejak orasi dimulai hingga mereka membubarkan diri.

Chotibul Imam Sirait, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan LSM Tipikor Siantar-Simalungun, diketahui pihak pengusaha melakukan alih fungsi bangunan, yang sesuai IMB peruntukannya sebagai gudang. Namun menjadi tempat produksi pengolahan plastik.

“Sampai hari ini, pihak pengusaha diduga melakukan kegiatan usaha ilegal karena tidak memiliki ijin usaha industri,” terangnya.

Sementara itu, Oki Aritonang, selaku Pimpinan DPC Tipikor Siantar-Simalungun meminta kepada pengusaha untuk segera menghentikan semua kegiatan usahanya, karena diduga tidak memiliki ijin usaha industri.(ros/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button