Berita

Diduga Terlibat Kasus Pembakaran di Tuktuk Siadong, Kompol RHA Terancam Dipecat

FaseBerita.ID – Tim gabungan Subdit III Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Polres Samosir berhasil meringkus tersangka DPO Polres Samosir dengan dugaan kasus penganiyaan dan pembakaran sebuah rumah.

Informasi yang dihimpun, penangkapan Rosmaida Manurung yang berstatus DPO Polres Samosir dengan LP : B-06/VI/2018/SMR/SMD tertanggal 6 Juni 2018 dilakukan petugas gabungan, berlangsung di ruko Royal Jalan Air Langga, Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Senin (20/1) lalu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, berdasarkan penyelidikan dan informasi dari masyarakat, bahwa Rosmaida Manurung, saat itu tinggal di lantai II ruko Royal sedangkan di lantai I merupakan kantor PT CGS yang bergerak di bidang penyewaan alat-alat berat.

“Dalam melakukan penangkapan, petugas melakukan penyamaran untuk menyewa alat berat dan meminta bertemu dengan tersangka yang bertindak selaku pengusahanya. Setelah tersangka turun ke lantai I, anggota tim langsung mengamankan dan memberitahukan alasan penangkapan dengan memperlihatkan sprint penangkapan dan DPO atas nama yang bersangkutan,” jelas Tatan kepada wartawan, Jumat (7/2).

Usai dari lokasi tersebut, pelaku kemudian dibawa ke Polres Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat sedang dilakukan pemeriksaan di ruangan Unit PPA Sat Reskrim Polres Mojokerto, lalu datang seorang laki-Laki yang dikenal berinisial Kompol RHA, yang bertugas di Biddokes Polda Sumut ke ruangan pemeriksaan.

“Jadi niatnya ingin bertemu dengan tersangka. Terus mengikuti tim yang melakukan penangkapan dari Polres Samosir. Karena pada saat penangkapan disaksikan oleh Kompol RHA,” katanya.

Lebih lanjut kata Tatan, saat itu Kompol RHA meminta izin untuk memberi makan kepada tersangka Rosmaida Manurung. Namun ditolak oleh KBO Reskrim Polres Samosir Iptu JW Saragih, bahwasanya Rosmaida Manurung sudah diberi makan dan minum untuk siang ini.

“Kompol RHA ingin mengambil handphone yang telah diamankan petugas. Dimana, handphone tersebut sebelumnya sudah diakui oleh Rosmaida Manurung bahwa itu adalah handphone miliknya. Namun Kompol RHA ini mengatakan bahwa handphone yang dipegang Rosmaida adalah HP-nya,” ungkap Tatan.

Setelah dilakukan pengembangan, sambung Tatan, informasi yang didapat petugas bahwa Kompol RHA adalah berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Samosir. Namun yang bersangkutan masih polisi aktif bertugas di Biddokes Polda Sumut.

“Diduga Kompol RHA ada keterlibatan dalam perkara pembakaran guest house di Tuktuk Siadong yang berkaitan dengan kasus Rosmaida Manurung. Diduga kuat, Kompol RHA terlibat dikarenakan menurut keterangan para saksi yang tepatnya di Jalan Bunga Raya, Kecamatan Medan Selayang. Saat itu, saksi Alamsyah melihat mobil korban terbakar di bagian kiri dengan BK 1964 AFF. Saat bersamaan saksi juga melihat Kompol RHA melompat ke samping rumah korban melalui tembok dan langsung naik ke mobil jenis Ford warna putih. Aksinya terekam CCTV yang diketahui plat mobil BK 1937 BC,” jabarnya.

Ia menambahkan, hingga kini, Kompol RHA sudah diamankan oleh Direktorat Reskrimum Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain terancam kurungan penjara, oknum polisi berpangkat Kompol ini juga terancam dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Ya, kita periksa dulu terkait kasus pidananya. Setelah melewati hukuman pidanan umum, yang bersangkutan nanti juga akan menjalani sidang kode etik. Kita lihat lah nanti prosesnya, ancamannya seperti apa. Ya, bisa saja (PDTH),” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, personel Subdit III/Umum Direktorat Reskrimum Polda Sumut meringkus seorang pria yang diduga kuat terlibat pembakaran rumah di tepi Danau Toba di Desa Lumban Manurung Kelurahan Tuktuk Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir pada Juni 2018. Pria yang berstatus anggota polisi aktif ini ditangkap di Pekanbaru, Rabu (5/2) lalu. (ris/fi)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close