Berita

Diduga Stres 9 Tahun Konsumsi Obat, Kek Suken Nekat Terjun ke Bah Kisat

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Suken (60) ditemukan tewas setelah melompat ke dalam sungai dengan ketinggian diperkirakan 15 meter dari jembatan Sungai Bah Kisat, Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/2) sekira pukul 08.00 WIB.

Korban yang merupakan warga Huta I Margosono, Nagori Mekar Mulia, Kecamatan Tanah Jawa itu ditemukan tersangkut di batu pinggir sungai dengan kondisi sudah tidak benyawa.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol J Purba saat dikonfirmasi via selulernya, Minggu (2/2) sekira pukul 13.30 WIB membenarkan kejadian tersebut.

“Mayat korban ditemukan berjarak 200 meter dari Jembatan Bah Kisat, mengalami luka pada pelipis kanan diduga karena terbentur ke dasar sungai dan mengena ke batu,” ujarnya.

Kompol J Purba menceritakan, sebelum kejadian, saksi Romiadi (33) seorang Karyawan Kebun Balimbingan melintas mengenderai sepedamotornya dari kuburan Maligas Tongah.

Kemudian Romiadi melihat Suken menyetop kendaraannya dan minta tolong untuk diantarkan ke Nagori Tanjung Pasir. Lalu Romiadi membonceng korban.

Akan tetapi berhubungan Romiadi adalah Karyawan PTPN IV Kebun Balimbingan dan harus mengikuti apel pagi di Kantor Afdeling II Bah Kisat. Maka korban diturunkan di dekat pondok Bah Kisat.

Romiadi berpesan, nanti setelah apel, ia akan mengantar kakek tua itu ke Tanjung Pasir. Setelah Romiadi selesai apel pagi, selanjutnya mencari korban.

Namun tidak ditemukan lagi ditempat yang semula, kemudian Romiadi mencarinya ke Jembatan Bah Kisat dan menemukan sandal korban berada di atas jembatan.

“Diduga korban melompat ke dalam sungai dengan ketinggian diperkirakan 15 meter dari jembatan. Mayat korban ditemukan oleh menantunya bersama masyarakat tersangkut di batu pinggir sungai dengan kondisi sudah tidak benyawa,” sebutnya.

Atas kejadian tersebut, masyarakat mendadak heboh memadati sungai Bahkisat dan mayat korban dievakuasi dari dalam sungai dan dinaikkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka.

“Dari hasil keterangan menantu korban bernama Hasan bahwa korban mengidap sakit menahun yaitu penyakit Parkinson sudah 9 tahun dan harus mengkonsumsi obat setiap hari,” pungkasnya.(Mag-05/bis)

Universitas Simalungun  

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close