Berita

Diduga Putus Cinta, Kernet Truk Nekat Akhiri Hidup

SIANTAR, FaseBerita.ID – Ibrohim Sumbayak (18), ditemukan warga tergantung dalam kondisi sudah meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (27/10/2019) sekira pukul 13.30 WIB di jalan Rondahaim Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir.

Persoalan asmara diduga menjadi penyebab pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas di Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Siantar ini nekat mengakhiri hidup sendiri.

Penemuan anak bungsu Abdul Rahman (67) membuat geger warga Jalan Rondahaim Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba. Sosok pria ramah dan pandai bergaul ini, tak disangka meninggal dalam usia muda.

Abdul Saragih (67), ayah korban, mengaku sempat melihat anaknya berangkat kerja pada pagi hari. Anaknya bekerja di Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar sebagai kernet truk pengangkut sampah.

Abdul yang tak memiliki kecurigaan apa-apa pada anaknya, kemudian pergi menjenguk Abang korban yang mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu hingga patah kaki. Abangnya sedang menjalani perawatan pada dukun patah di Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar.

“Aku mau liat abang nya tadi, yang ditelpon nya aku makanya aku tau,” kata Abdul.

Setelah mendapat kabar dari warga, dirinya langsung pulang ke rumah.

“Saya pun melihat anak bungsu saya sudah dalam keadaan tergantung dengan tali kabel charger handphone bang,”jelasnya.

Sementara, saksi di lokasi Punguan Tua Sihotang (37) yakni sopir truk tempat kerjanya korban menjelaskan, kalau dirinya dan korban bekerja setengah hari pada hari Minggu.

“Benar bang dia itu anggota ku. Sudah bekerja selama tiga bulan dia. Kalau tadinya dia kerja bang. Karena kalau hari Minggu ini, dia masuk setengah hari saja. Biasa dia pulang tengah hari untuk makan siang,” kata Punguan.

Menurut Punguan, korban selalu berprilaku baik. Bahkan selalu ramah. “Kalau masalah asmara, korban sering saya lihat bepergian dengan ceweknya. Namanya E Boru S. Bekerja disalah satu SPBU kota Siantar bang,” katanya.

“Pokoknya nggak nyangka lah, dia nekat lakukan gantung diri. Memang terakhir saya lihat sendiri, korban dan ceweknya sering bertengkar. Mungkin karena diputuskan sama pacarnya itulah, korban terus nekat bunuh diri. Karena kulihat status nya korban di sosmed nya selalu galau dengan ceweknya itu bang,” tambahnya.

Untuk itu, korban langsung dibawa pergi petugas ke RSUD Djasamen Saragih agar dilakukan otopsi. Sampai diruangan kamar jenajah, akhirnya korban hanya dilakukan visum luar. Bahkan keluarga meminta pihak kepolisian dan pihak rumah sakit agar tidak melakukan Otopsi. Karena keluarga menduga persitiwa ini murni gantung diri.

Terlihat personel Polsek Siantar Martoba dan Reskrim Polres Siantar di lokasi. Bahkan, petugas inafis juga sedang melakukan evakuasi korban. Pun warga setempat juga berkerumun sambil menyaksikan peristiwa tersebut.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultom saat dikonfirmasi di RSUD Djasamen Saragih menjelaskan, bahwa penyebab kematian korban karena gantung diri.

“Tadi ada kejadian gantung diri. Korbannya pemuda umur 18 tahunan. Korban saat ini masih menjalani visum luar. Tadi petugas juga sudah di TKP. Korban diduga mengakhiri hidupnya lantaran baru putus cinta dengan ceweknya,” kata Resbon. (mag03/esa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button