Berita

Diduga Kelelahan, Petugas KPPS Meninggal

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak Legislatif dan Presiden 2019, Eva Arnaz Hasibuan (31) meninggal dunia diduga akibat kelelahan, Sabtu (20/4) di Rumah Sakit Umum Daerah Rantauprapat.

Eva yang merupakan warga Lingkungan Perlayuan 1, Kelurahan Pulo Padang tersebut, bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 21, Kelurahan Pulo Padang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Jumidi, Kepala Lingkungan Perlayuan 1, Kelurahan Pulo Padang yang juga orangtua Eva saat ditemui wartawan, Minggu (21/4) di rumah duka mengungkapkan bahwa almarhum ngedrop setelah bertugas sebagai anggota KPPS di TPS 21.

“Sampai di rumah, sekira pukul 03.00 dini hari, anak kami Eva sudah lemas. Berjalan pun sudah oyong. Nafasnya sesak. Melihat itu, kami langsung membawanya ke klinik,” ungkap Jumidi.

Namun, setelah satu malam di salahsatu Klinik di Jalan Nenas, Kecamatan Rantau Utara, Eva kemudian dibawa pulang. Dirasa tak membaik, pihak keluarga lalu membawanya ke RSUD Rantauprapat, pada Jumat (19/4) malam.

“Dan, Sabtu (20/4) sekira pukul 04.00 wib dini hari, anak kami mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Rantauprapat,” ujar Jumidi dengan mata berkaca-kaca.

Jumidi juga sangat menyayangkan pekerjaan di TPS 21 dilakukan hingga larut malam. Karena hal itu sangat berpengaruh bagi anggota yang bertugas di sana. Padahal sebelumnya, almarhum tidak memiliki penyakit kronis. Apalagi usia korban masih tergolong muda.

“Selama ini dia sehat-sahat saja. Memang, itu semua takdir dari Yang Maha Kuasa. Kami pihak keluarga hanya bisa pasrah. Yang membuat kami sedih, almarhum meninggalkan dua orang anak yang masih balita,” tandasnya.
Ketua KPUD Labuhanbatu Wahyudi belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Meskipun telah dihubungi ke nomor selulernya hingga berulangkali, namun yang bersangkutan tidak menjawab.

Perut Kosong Diduga
Penyebab Stamina Lemah

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Syafril ketika dihubungi wartawan membenarkan kabar duka cita tersebut dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Almarhummah Eva Arnaz sempat dirawat selama dua hari. Namun, staminanya menurun drastis pada Sabtu pagi hingga akhirnya meninggal dunia.

“Memang benar ada petugas KPPS di Kelurahan Pulo Padang TPS 21 meninggal dunia Sabtu pagi, dan saya mendapat kabar Magrib dari kecamatan,” ujarnya.

Ia menduga, ibu dua orang anak ini memiliki riwayat penyakit dalam ditambah tidak makan, sehingga tidak ada asupan energi saat penugasan pemungutan suara dan melakukan penghitungan suara.

“Almarhum sudah dimakamkan. Diketahui memang ada riwayat penyakitnya dan saat bertugas mungkin perut kosong sehingga masuk angin,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan menaruh perhatian kepada keluarga yang ditinggal.

Selain itu, tahapan Pemilu serentak 2019 di Kabupaten Labuhanbatu memasuki sidang pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tingkat di 9 kecamatan.

“Kami akan melayat ke rumah duka, dan saat ini tahapan Pemilu memasuki rapat pleno rekapitulasi di seluruh kecamatan,” jelas Muhammad Syafril yang akrab disapa Ucok ini. (Bud/ant)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button