Berita

Diduga Gara-gara Pemberitaan, Wartawan dan Ibunya Dianiaya

SIANTAR, FaseBerita.ID – Salah seorang pria yang diduga pemakai sekaligus pengedar sabu berinisial JP, warga Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar nekat menganiaya salah seorang wartawan media online di Pematangsiantar gegara pemberitaan.

Korban diketahui bernama Irfan Nahampun, yang juga berprofesi sebagai wartawan Media Online, dan juga sebagai wartawan Unit Polres Pematangsiantar.

Penganiayaan itu terjadi di kediaman korban di Jalan Naga Terbang, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Minggu (29/12/) sore.

Mirisnya, penganiayaan yang dilakukan oleh JP bukan hanya sama Irfan Nahapun saja, melainkan ibu korban juga ikut dianiaya hingga opname di rumah sakit.

Informasi dihimpun wartawan, belakangan diketahui, pelaku berinisial JP, yang diketahui tinggal di Kecamatan Siantar Timur dan selama ini diduga sering mengedar narkoba jenis sabu.

Namun gegara pemberitaan yang dibuat oleh Irfan Nahampun, diduga itulah alasan pelaku meneror korban.

Awalnya Irfan mendapat teror melalui telepon selulernya, sewaktu sedang berada di salah satu kedai kopi di Kota Pematangsiantar.

“Waktu itu aku sedang minum kopi, tiba-tiba dia menelepon. Dia bilang ‘Di mana kau? Mau ku bunuh kau!” Tiba-tiba dia sudah datang naik sepedamotor. Langsung dicekiknya,” ungkap Irfan saat ditemui di Mapolres Pematangsiantar.

Melihat itu, ibunda Irfan yang ketepatan berada di lokasi, berniat melepaskan anaknya dari cekikan pelaku.

Saat itulah, pelaku mendorong ibu Irfan sampai jatuh, sehingga kakinya mengalami luka-luka.

Selanjutnya, pria itu langsung pergi sembari berteriak mengancam Irfan. “Ku tunggu kau di simpang, ku bunuh kau nanti!” teriaknya saat itu.

Tak sampai di situ, usai menganiaya Irfan, ternyata pelaku kembali mengancam melalui pesan singkat. Pelaku menuturkan, akan menghabisi nyawa Irfan.

“Kalau mau jadi dirimu sendiri ataupun jadi preman, jangan pernah kau itu jadi kibus. Mati konyol pun kau bisa aja sekejap,” tulisnya sembari menyertakan dua nama yang disebutnya sebagai Ketua OKP di kawasan Belawan.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, Irfan didampingi sejumlah rekan-rekan wartawan kemudian membuat pengaduan ke Polres Pematangsiantar sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/634/XII/2019/SIJ/STR tanggal 29 Desember 2019.

Akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku, ibu kandung Irfan, L br Manik harus mendapat perawatan medis di salah satu rumah sakit.

Sementara Kasatreskrim Siantar Iptu Nur Istiono belum bisa dikonfirmasi terkait laporan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan melalui pesan WhatsApp. (Mag-03)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close