Berita

Diduga Biaya Pembangunan Dimanipulasi, Penegak Hukum Diminta Turun ke Desa Manambin

MADINA, FaseBerita.ID – Sejumlah bangunan yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2019 di desa Manambin diduga banyak dimanipulasi oleh Kepala Desa (Kades) yakni Erwin Lubis.

Hal itu disampaikan sejumlah warga kepada Metro Tabagsel, Rabu (29/01), di desa Manambin Kecamatan Kotanopan Kabupaten Madina.

Dikatakan, beberapa bangunan yang dipersoalkan itu di antaranya, pembangunan lapangan sepak bola, pembangunan rabat beton perkuburan dan pembangunan badan jalan Aek Karlan.

“Untuk tiga bangunan itu yang sumbernya dari DD tahun 2019 kami rasa sudah diakal-akali oleh kades kami,” kata warga dan salah seorang BPD yang enggan dimuat wartawan namanya.

Untuk lapangan sepak bola, kata mereka, pembangunannya hanya menghabiskan sebesar Rp41,200.000 juta.

Namun, yang dimuat dalam pengeluaran rincian anggaran DD yakni sebesar Rp135.084.000 juta.

Sama juga dengan pembangunan rabat beton perkuburan dan pembanguan badan jalan Aek Karlan. Untuk pembangunan rabat beton perkuburan menelan anggaran sebesar Rp140.084.500 juta. Dan, pembangunan badan jalan Aek Karlan menelan sebesar Rp, 174.094.000 juta.

“Anggaran bangunan itu kami menilai sudah terlalu besar, padahal biaya pengeluaran yang dikeluarkan untuk mengerjakan itu tak sampai segitu biayanya,” ujar mereka.

Selain persoalan anggaran yang dinilai terlalu besar, bangunan tersebut juga disebut oleh warga tak sesuai dengan RAB pengerjaan.

“Untuk RAB pembangunan rabat beton perkuburan 100 meter. Dan, pembangunan badan jalan aek karlan yakni 1000 meter. Namun, setelah kami ukur ternyata pembangunan badan jalan aek karlan hanya dikerjakan sepanjang 900 meter,” kata warga tersebut.

Untuk itu, mereka juga berharap agar aparat penegak hukum datang ke desa Manambin untuk mengaudit bangunan yang dipersoalkan tersebut.

Sementara, kepala desa Manambin Erwin Lubis yang dikonfirmasi oleh wartawan, mengatakan bahwa apa yang disampaikan warga tidak benar.

Erwin mengaku kalau pembangunan rabat beton perkuburan itu dikerjakan dengan sepanjang volume 102 meter dan pembangunan badan jalan Aek Karlan sepanjang 1000 meter atau 1 Kilometer.

“Siapa warganya dan siapa yang mengukurnya? Kalau yang diukur dari tim kita melalui BPD, TPK, LPM di des, ukurannya sudah,” bantah Erwin. (mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button