Berita

Diduga Aniaya Warga, Oknum Kades Tak Ditahan: Ngaku Dijamini Orang Nomor 1 di Labura 

LABUHANBATU, FaseBerita.ID – Mubin Sitorus, yang diduga dianiaya oknum Kepala Desa (Kades) Bandar Lama, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), mendesak polisi segera mengusut tuntas pengaduannya dengan nomor STPLP/40/IV/2019/SPKT.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Asmon Bufitra menjelaskan, kalau proses dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Kades Bandar Lama IS, kasusnya sedang dalam tahap proses pelimpahan ke Pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat. “Sudah kita limpahkan berkasnya ke pihak kejaksaan,” jelas AKP Asmon Bufitra.

Kapolsek membenarkan oknum kades Bandar Lama tidak ditahan karena dijamin oleh pihak keluarga yakni istrinya. “Tersangka tidak ditahan dan dijamin oleh istrinya,” jelas Mantan Kapolsek Siantar Utara tersebut.

Sebelumnya, oknum Kades Bandar Lama IS dilaporkan salah seorang warga Dusun IV, Desa setempat, Mubin Sitorus ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Kualuhhulu atas dugaan tindak pidana penganiayaan, Selasa (23/04/2019) lalu.

Laporan itu ditandai dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Pengaduan Laporan No. STPLP/40/IV/2019/SPKT “C” yang diterima langsung oleh Ka.SPK “C”, Aiptu TH Sipahutar. Menurut keterangan Mubin Sitorus, kejadian itu bermula dari rasa ingin tahunya atas perpindahan salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat akan berlangsungnya pesta demokrasi 17 April kemarin.

Tepat di tanggal 16 April, dia mempertanyakan kepada salah seorang KPPS terkait alasan perpindahan itu. Dengan alasan lokasi TPS sebelumnya terlalu panas, terang Mubin akhirnya disepakati perpindahan TPS tersebut.
Merasa puas atas jawaban KPPS, Mubin pun kembali pulang. Namun, sekira pukul 19.30 WIB, tanggal 16 April lalu, dia sempat bertamu ke rumah tetangga samping rumahnya. Disitulah, awal mula tindak pidana penganiayaan itu terjadi.

Menurut Mubin, oknum Kades IS yang muncul dari samping rumah tetangga memanggil dirinya dan langsung menganiaya Mubin disambut pukulan bertubi-tubi dari anak kandung Kades yang diduga sudah menunggu kedatangan Mubin disana.

“Apanya kau sangkut pautkan KPPS sama Kades,” ucap Mubin menirukan perkataan IS sebelum melayangkan pukulan ke arah kepalanya. Usai kejadian itu, Mubin mengalami memar-memar di wajah dan sekujur tubuhnya.

Bahkan, rasa mual-mual diperut belakangan ikut dia rasakan meski sudah terjadi selama seminggu lamanya.
Oknum Kades Bandar lama IS, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/04) tidak membantah ada kontak fisik yang terjadi saat itu. Dijelaskannya, saat itu, Mubin lah yang membuat keributan di TPS dimaksud.

“Sebenarnya, siap maghrib, aku mau jumpai dia (Mubin-red) untuk klarifikasi keributan saat di TPS. Tidak ada pukulan bang, hanya saja saling dorong. Tetapi, karena masyarakat semakin ramai, Mubin yang lepas dari leraian warga setempat sempat mendapat tendangan dan terjatuh. Itu cerita sebenarnya,” aku IS. Oknum Kades IS pun berharap segera dipanggil Polsek Kualuhhulu untuk dapat mengklarifikasi pengaduan dari Mubin Sitorus yang mengaku telah dianiaya olehnya.

Terpisah, saat ditanya proses hukum atas dugaan penganiayaannya terhadap salah seorang warganya berinisial Mubin Sitorus, Oknum Kades Bandar Lama dengan lantang mengatakan bahwa prosesnya masih lanjut,  ia mengaku tidak di tahan karena dijamin oleh orang nomor 1 di Kabupaten Labura. “Prosesnya masih berlanjut, saya gak ditahan karena dijamin oleh orang nomor 1 di Labura,” ujarnya saat ditanya Metro Asahan Jumat (9/8/2019) melalui selulernya. (bh/rah)

iklan usi



Back to top button