Berita

Dibanding Mahathir Muhammad, Saya Masih Lebih Muda

MADINA, FaseBerita.ID – Kedatangan KH Ma’ruf Amin ke Kabupaten Madina (Mandailing Natal) disambut puluhan ribu masyarakat, di Lapangan Pasir Putih, Madina, Senin (11/3). Bahagianya, kedatangan Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Jokowi ini bertepatan dengan hari kelahirannya.

“Hari ini saya mendapat kebahagian, saya ini jarang diulang tahunkan, tapi justru saya dapat hadiah ulang tahun di Mandailing natal. Terima kasih Bapak Bupati, saya juga berterima kasih sudah diangkat sebagai warga Madina,” ungkapnya senang dan bahagia setelah disuapin potongan tumpeng yang sudah disiapkan.

Di hadapan puluhan ribu masyarakat, Ma’ruf Amin yang biasa dipanggil ‘Abah’ menyampaikan, ia sudah dianggap sebagai warga Madina, ia juga ikut bergembira dengan HUT Madina yang baru kemarin juga dirayakan peringatannya.

“Mudah-mudahan daerah ini diberkati oleh Allah SWT, Amiin. Mudah-mudahan daerah ini menjadi Qoryatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, Kampung yang diberkati Allah dan mendapat ampunan oleh Allah SWT,” mendoakan seluruh warga Madina yang hadir.

Dia juga mengajak masyarakat berdoa agar negeri ini menjadi negara yang maju. Dan jangan sampai Indonesia disebut menjadi negara yang akan bubar.
“Ada yang bilang Indonesia mau bubar, Indonesia tidak boleh bubar dan tidak akan bubar. Betul Tidak?” tanya Ma’ruf Dan diamini masyarakat.

Rais Aam PBNU ini juga menegaskan, bahwa indonesia tidak akan punah dan tidak boleh punah. “Masa Indonesia punah, kayak dinosaurus aja. Emangnya binatang purba kala apa?” ungkapnya bercanda dan disambut tawa hadirin.

Ditabalkannya ia menjadi warga Madina, berarti Ma’ruf Amin yakin sudah mendapat doa dan dukungan dari masyarakat.

“Insya Allah, saya akan mendampingi Pak Jokowi supaya negara ini menjadi negara yang baldatun thoyyibatun Warobbun Ghofur. Karena itu, kalau hari ini saya datang kemari sebagai calon wakil presiden, insya Allah saya akan datang kembali sudah menjadi wakil presiden Republik Indonesia,” harapnya.

Kata Ma’ruf, ada yang bilang ia sudah tua dan untuk apa lagi jadi Wakil Presiden. Dan pertanyaan itu dijawabnya dengan rendah hati. “Siapa bilang saya masih muda. Semua juga orang tahu saya sudah tua, kok masih mau jadi calon wakil presiden?” tanyanya.

Kyai sepuh ini menjelaskan, ia terinspirasi ketika membaca buku pelajaran sewaktu ibtidaiyah (sekolah tingkat SD) dulu. Ceritanya, ada orang tua yang menanam pohon. Kemudian ditegur, bapak sudah tua kok menanam pohon, bapak tidak akan mengenyam hasilnya. Pohonnya belum berbuah, bapak akan mati duluan. Dan orangtua itu menjawab, ia menanam pohon bukan untuk dirinya, tapi untuk generasi sesudahnya.

“Dan saya juga begitu, saya akan berusaha untuk tidak menikmati hasilnya, tapi akan saya persembahkan kepada generasi yang akan datang,” tukasnya dan disambut riuh gemuruh tepuk tangan masyarakat.

Tapi katanya, usianya masih lebih muda dibandingkan Mahathir Muhammad. Perdana Menteri Malaysia itu usianya sudah 93 tahun dan Ma’ruf Amin masih 75 tahun. Dan pernyataan itu dijadikan semangat baginya ketika ia bertemu dan berdampingan langsung dengan Mahathir waktu itu.

“Betul juga itu dibandingkan dengan Pak Mahathir. Beliau saja yang sudah 93 tahun berani jadi Perdana Menteri Malaysia, lha kenapa saya yang belum 80 tahun tidak berani jadi wakil presiden?” ujarnya tertawa.

Bahkan ungkapnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dikatakan tua itu usia 80 sampai 100 tahun. Dan ia masih lebih muda, belum termasuk tua. “Karena itu, saya belum tua, masih separuh baya. Masih punya semangat dan masih bisa mengabdi,” jawabnya.

Dan katanya lagi, ada yang bilang Ma’ruf Amin hanya akan jadi alat saja, nantinya setahun akan diganti. “Saya jawab, emang saya cangkul apa pakai diganti. Tapi kalau alatnya itu untuk memberikan kebaikan, membawa kemaslahatan, menghilangkan kerusakan yang bahaya, saya akan siap menjadi alat kebaikan kapanpun dan dimanapun,” ujarnya dan menegaskan isu itu adalah hoax yang sengaja disebar.

Oleh karena itu, terangnya, jangan percaya, jangan terprovokasi, jangan mudah dibohongi, karena semua masyarakat sudah pintar dan cerdas. “Mudah-mudahan Allah memberkati kita, dan menjadikan negara kita maju, sejahtera, damai, rukun, dan menjadikan Mandailing Natal sebagai Kabupaten yang berkah yang sejahtera masyarakatnya, yang makmur kehidupannya, dan diridhoi Allah SWT,” pungkasnya.

Didampingi keluarganya, Bobby Nasution dan pendukungnya, KH Ma’ruf Amin melakukan lawatan Tabligh Akbar untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah ke sejumlah Kabupaten dan Kota yang ada di Tabagsel. Dimulai Minggu (10/3) di Kota Padangsidimpuan, lalu ke Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan berakhir Senin (11/3) di Kabupaten Madina. (yza)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button