Berita

Dianggarkan Ratusan Juta Rupiah, Debat Pilkada Asahan Digelar di Medan

FaseBerita.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Asahan dijadwalkan menggelar Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan tahun 2020, Sabtu (7/11) mendatang. Namun, debat yang rencananya disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional malah diadakan di Hotel Arya Duta Medan.

Akibatnya, kebijakan KPU Asahan itu mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

“Seharusnya  KPU lebih terbuka terhadap kegiatan seperti ini. Anggaran untuk acara tersebut sudah pasti ratusan juta rupiah. Saya pikir akan tidak efektif dilaksanakan di luar Kabupaten Asahan. Meski disiarkan secara streaming, namun gaung Pilkadanya akan kurang bergairah di Asahan,” kata Zahir Gufron Siregar, Ketua PC IMM Asahan, kepada wartawan, Selasa (3/11).

Debat publik terbuka nanti, lanjut Gufron, sebenarnya merupakan kesempatan bagi masyarakat Kabupaten Asahan untuk memberi penilaian terhadap jawaban atas segala bentuk persoalan yang ditawarkan calon pemimpinnya.

Sebelum akhirnya nanti akan menentukan hak politik pada 9 Desember 2020 mendatang.

“KPU sebaiknya memperhatikan hal ini. Sebab, kualitas debat itu akan menjadi referensi para pemilih untuk menentukan pilihannya. Jujur, saya melihat tidak ada urgensinya KPU Asahan menyelenggarakan debat jauh dari komunitas pemilih,” kritik Gufron.

Sementara itu, Ketua KPU Asahan, Hidayat melalui pesan Whatsapp mengaku sedang ada kegiatan di luar daerah. Ia mengarahkan wartawan mengonfirmasikan Samiun Sembara Marpaung, Komisioner Bidang Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat.

Samiun menjelaskan, KPU Asahan membuat kegiatan debat publik di luar kota , tujuannya menghindari agar tidak terjadi kerumunan massa. Sebab tahapan Pilkada digelar masih dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pihaknya mencontohkan, pada tahapan pendaftaran dan pencabutan nomor urut beberapa waktu lalu terjadi kerumunan massa dari pendukung pasangan calon.

“Karena sudah kita lihat pada masa pendaftaran dan pencabutan nomor itu terjadi kerumunan massa walau sudah kita sampaikan kepada penghubung paslon agar menghindari kerumunan massa,” terangnya.

Sementara itu, mewakili pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Asahan, Kiki Komeni yang merupakan Wakil Ketua Bidang Organisasi PDI Perjuangan Kabupaten Asahan memaklumi kebijakan KPU untuk melakukan kegiatan debat di luar kota dengan alasan masa pandemi Covid-19.

Hanya saja ia mengharapkan pelaksanaan acara dengan anggaran ratusan juta rupiah itu lebih memperhatikan efektivitas kegiatannya.

“Sebab nggak semua masyarakat punya fasilitas akses jaringan internet untuk menonton acara debat itu. Oleh karena itu, saya pikir KPU Asahan harus memfasilitasi masyarakat juga untuk menyaksikan (debat). Misalnya dengan membuat kegiatan live streaming di kecamatan atau desa dengan mengundang masyarakat. Sehingga pemilih benar-benar merasa difasilitasi KPU sebelum menentukan sikap politiknya,” kata Kiki. (per/fi)

iklan usi



Back to top button