Berita

Dianggap Kurang Santun Berpolitik Akun Medsos Dilapor ke Polres Sibolga

FaseBerita.ID – Salah satu akun pengguna media sosial (Medsos) Facebook atas nama pria berinisial MB dilapor oleh Hendra Sahputra ke Mapolres Kota Sibolga, Kamis (17/9). Dalam laporan yang tertuang pada STTLP/194/IX/2020/SPKT itu, MB diduga melakukan tindakan pidana pencemaran nama baik.

Saat melapor, Hendra Saputra yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Sibolga sekaligus anggota tim sukses salah satu bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota, didampingi Ketua Tim Pemenangan Akhmad Syukri Nazri Penarik.

Menurut Hendra saat berada di Mapolres Kota Sibolga, postingan akun MB telah dua kali melakukan aktifitas positingan di akun milik pribadinya yang menjurus ke arah fitnah dan sengaja merusak nama baik Hendra. “Ini sudah menjurus ke arah fitnah dan sengaja merusak nama baik dengan memposting nama dan foto saya secara langsung dan dengan perkataan yang tidak layak,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, bukan hanya satu, postingan itu dilakukan dua kali dan isi postingan jelas merugikan dirinya secara pribadi, keluarga dan profesinya sebagai dosen.

Disebutkan, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 09.00 WIB pengguna akun MB untuk kedua kali memposting dengan perkatan fitnah dan juga menampilkan foto secara langsung.

“Disebutkan bahwasanya saya melakukan perilaku yang tidak bermoral. Tentu kondisi ini sangat merugikan dan membuat keluarga sangat keberatan. Disamping itu saya juga orang partai politik dan hari ini terlibat sebagai tim kampanye paslon,” ujarnya.

Lanjutnya, secara langsung MB dalam postingannya juga menyebutkan inisial ataupun simbol-simbol salah satu Bapaslon. “Simbol itu atas nama Pak Jamal dan Pak Pantas. Selaku warga negara yang baik, kita wajib melaporkan kepada pihak yang berwajib, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kalau dibiarkan, pastiakan merajalela dan dapat menimbulkan huru-hara menjelang Pilkada 9 Desember 2020,” ujarnya dengan nada kesal.

Saat dipertanyakan oleh awak media apakah ia mengenal siapa yang memosting perkatan dan fotonya yang menjurus ke arah fitnah dan pencemaran nama baik, Hendra mengaku tidak mengetahuinya.

“Sama sekali saya tidak mengetahui siapa orang itu dan apa motivasinya.Di sini saya sampaikan secara langsung saya menatang pemilik akun untuk membuktikan perkataan ujaran fitnah yang dipostingnya di media sosial. Untuk itu saya harapkan, tolong buktikan. Kalau itu terbukti berarti saya yang salah. Tapi jangan membuat postingan atau hal-hal yang belum tentu kebenarannya dan merugikan orang. Apalagi ini menyangkut saya selaku seorang dosen,” tuturnya.

Sambungnya, semoga pengaduannya segera diproses personel Polres Sibolga dan pelakunya ditindak lanjuti sesuai dengan dasar hukumnya yakni UU ITE. Sehingga tindakan seperti itu tidak terulang kembali. (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button