Berita

Di Tapsel, Puluhan Ternak Babi Mati Dikubur

TAPSEL, FaseBerita.ID – Pemkab Tapsel melalui Dinas Pertanian Daerah aktif memantau perkembangan virus hog chlolera pada ternak babi. Pihaknya memastikan, tak ada ternak babi yang mati akibat virus tersebut, dibuang sembarangan.

“Tak ada itu (membuang babi mati sembarangan). Karena Dinas melalui BPP, terus memantau dan mengajak masyarakat, peternak babi, agar mengubur ternaknya jika ada yang mati,” sebut Plt Kepala Bidang Peternakan Anwar Aidin, mewakili Kepala Dinas Pertanian Daerah Bismark Muaratua, Kamis (14/11/2019) melalui selulernya.

Dikatakan, sekitar dua pekan terakhir, ada puluhan ternak babi milik masyarakat mati mendadak. Dan diduga terjangkit virus Hog cholera atau kolera babi.

“Ada sekitar 70 ekor, terdapat di Kecamatan Tantom Angkola sebanyak 18 ekor, di Kecamatan Angkola Selatan 52 ekor baik induk maupun anakan,” sebutnya.

Disampaikan, peternak harus lebih memahami bahwa tanda terinfeksi virus hog kolera tersebut adalah, dua hari nafsu makan berkurang lalu babi tersebut mati.

“Atas kondisi ini, kita sudah koordinasi ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara untuk bisa memberikan vaksin kolera babi dan desinfektan untuk bio security kandang ternak babi,” terang Aidin.

Dan, adapun tindakan preventif lainnya, Dinas Pertanian Daerah menyarankan agar peternak babi lebih rajin membersihkan kandang, untuk meningkatkan strerilisasi. Dimana, hal ini penting sebagai antisipasi awal. “Soalnya belum diketahui juga apakah dugaan virus kolera babi ini bisa menjangkit ke manusia, perlu hasil lab,” pungkasnya. (ran)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close